<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39538">
 <titleInfo>
  <title>POLITIK PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA  (STUDI PENYEBAB KETERLAMBATAN PENGESAHAN APBA TAHUN 2016 )</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulfikar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
Pasca berlaku Undang-Undang No. 32 Tahun 2004, daerah diberikan kewenangan &#13;
mengelola potensi daerahnya dengan prinsip otonomi seluas-luasnya. Namun dalam&#13;
perjalanan banyak menimbulkan probematika, salah satunya mengenai pengelolaan&#13;
keuangan daerah. Problematika pengelolaan keuangan di Provinsi Aceh seringnya &#13;
terlambat pengesahan APBA dari batas normal. Keterlambatan pengesahan APBA&#13;
berdampak pada daya serap anggaran dan ketersedian lapangan kerja. Ketertarikan&#13;
penulis melakukan penelitian anggaran tahun 20016 karena adanya konflik politik&#13;
antara Gubernur dan DPRA. Berdasarkan permasalahan di atas maka, penulis tertarik&#13;
mengakaji Penyebab Keterlambatan Pengesahan APBA Tahun 2016. Tujuan&#13;
penelitian untuk mengetahui dinamika politik pada proses pembahasan APBA tahun&#13;
2016 serta kaitan kepentingan politik anggaran DPRA dan Gubernur terhadap&#13;
keterlambatan pengesahan APBA tahun 2016  dengan  menggunakan teori politik&#13;
anggaran dan asas-asas pengelolaan keuangan Negara/daerah. Penelitian menggunkan&#13;
metode kualitatif melaui kajian lapangan dan kepustakaan. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwasanya dinamika politik yang terjadi selama proses pembahasan&#13;
APBA,  Eksekutif mendominasi kebijakan anggaran tahun 2016 daripada DPR Aceh&#13;
sehingga usulan DPR Aceh tidak tertampung. Miskomunikasi antara DPR Aceh  dan&#13;
terjadi tolak-tarik kepentingan antara DPR Aceh dan Eksekutif. Gubernur sering tidak&#13;
hadir dalam rapat pembahasan serta Disharmonisasi Gubernur dan Wakil Gubernur.&#13;
Keterlambatan pengesahan APBA tahun 2016 karena deadlock pembahasan tidak ada&#13;
titik temu kepentingan antara kedua belah pihak, usulan diluar kewengan Pemerintah&#13;
Aceh sehingga butuh waktu untuk finalisasi. Penolakan Pembahasan  KUA-PPAS&#13;
oleh DPRA, Pemerintah Aceh terlambat mengajukan KUA-PPAS kepada DPR Aceh. &#13;
Diharapkan kedepan Gubernur Aceh dapat mebuka ruang komunikasi secara inten&#13;
dengan DPRA. Kepada DPR  Aceh juga diharapkan setiap kebijakan politik anggaran&#13;
juga harus mempertimbangkan jadwal siklus pengganggaran. &#13;
 &#13;
&#13;
Kata Kunci: APBA Tahun 2016, Politik Anggaran dan Pengelolaan Keuangan&#13;
Daerah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>FINANCIAL ACCOUNTING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39538</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-27 16:05:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-28 10:27:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>