PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR®) (STUDI KASUS KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGUKURAN KINERJA SUPPLY CHAIN MENGGUNAKAN SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE (SCOR®) (STUDI KASUS KOPERASI BAITUL QIRADH BABURRAYYAN)


Pengarang

Raysa Aleyzia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204106010029

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Manajemen supply chain yang tidak maksimal akan mempengaruhi kinerja suatu perusahaan. Di Aceh Tengah terdapat suatu koperasi yaitu Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan yang sudah menerapkan manajemen supply chain. KBQ Baburrayaan adalah koperasi yang bergerak di bisnis perdagangan biji kopi (green bean). Koperasi ini memiliki beberapa kelemahan seperti, kondisi pabrik kurang kondisif, belum memiliki beberapa sarana dan prasarana seperti kebun percobaan, unit penyuluhan dan laboratorium penelitian, dan koperasi ini belum pernah melakukan pengukuran kinerja secara baku sehingga kinerja internal maupun eksternal dari perusahaan tidak diketahui. Untuk mengetahui kinerja supply chain dari KBQ Baburrayyan maka dilakukan suatu pengukuran kinerja supply chain dengan menggunakan SCOR® (Supply Chain Operation Reference). Hasil pengukuran menunjukkan KBQ Baburrayyan belum dapat mencapai kinerja yang diinginkan. Target kinerja yang diperoleh untuk total cost to serve adalah sebesar 94,71% dari nilai target 65,00% dan untuk return on supply chain fixed asset adalah sebesar 1,60 dari nilai target 2,50. Praktik yang dapat digunakan sebagai rekomendasi perbaikan dari kedua metrik di atas adalah Convergence of SCOR® with Lean and Six Sigma. Hasil yang diperoleh dari penggunaan praktik tersebut adalah persentase Non Value Added (NVA) sebesar 13% dan waste yang terjadi adalah processes, motion, defect dan transportation. Dengan menggunakan analisa 5 whys diperoleh 8 akar penyebab waste yaitu kurangnya tenaga pengawas, training/briefing belum maksimal, kurangnya kepedulian tentang pentingnya K3, layout yang kurang efisien, belum adanya unit penyuluhan, alat yang masih sederhana, pekerjaan yang monoton, dan tidak dilarang secara tegas.

Kata kunci : Kopi, Suply Chain, SCOR®, Kinerja, Lean, Waste.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK