<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39436">
 <titleInfo>
  <title>KAJI KARAKTERISTIK PENGERINGAN CENGKEH DENGAN MENGGUNAKAN ENERGI BAHAN BAKAR GAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhamad Ichsan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peranan penting dalam bidang pangan maupun non pangan. Lahan produktif tanaman cengkeh di Provinsi Aceh sekitar 21.724 hektare. Hasil panen cengkeh di Aceh  mencapai 4.058-4.060 ton dari tahun 2015-2016. Namun cengkeh memiliki hambatan yaitu mudah busuk apabila masih dalam keadaan fresh atau belum mengalami proses pengeringan. Proses pengeringan suhu tidak optimal dengan menggunakan energi matahari membutuhkan waktu 5-6 hari dalam pengeringannya. Penelitian ini mengkaji pengeringan cengkeh dengan alat yang menggunakan energi bahan bakar gas dan divariasikan temperaturnya yaitu 50?C, 60?C dan 70?C bertujuan untuk melihat penurunan kadar air yang terjadi pada setiap temperatur  pengeringan. Penelitian ini dilakukan dilokasi Laboratorium Rekayasa Termal, Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala. Peralatan pengeringan yang digunakan adalah jenis pengering bertingkat yang terdiri dari ruang bakar, ruang pengeringan dan cerobong asap. Hasil pengeringan cengkeh didapat selama 12 jam pengeringan yaitu  pengurangan kadar air yang terjadi pada cengkeh dari setiap variasi  temperatur pada temperatur 50?C pengurangan kadar air sebesar (51.%) dan dengan sisa kadar air yang terkandung pada cengkeh (22%) , selanjutnya pada temeperatur 60?C pengurangan kadar air sebesar (60.%) dan dengan sisa kadar air yang terkandung pada cengkeh (18%) dan  pada temperatur 70?C pengurangan kadar air sebesar  (68.%) dengan sisa kadar air yang terkandung pada cengkeh (16%). Dapat disimpulkan bahwa pengeringan yang paling baik pada variasi temperatur 70?C dengan sisa kadar air yang terkandung yaitu 16% dan dari cengkeh  tidak mengalami kerusakan saat pengeringan sehingga kualitas dari cengkeh bagus dan aroma lebih wangi dilakukannya batas pengeringan  pada 70?C dikarenakan  batas temperatur pengeringan baik untuk cengkeh pada temperatur 77?C .</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39436</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-26 23:18:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-27 09:11:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>