KETERBUKAAN DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (STUDI PADA MAHASISWA ASING DENGAN MAHASISWA LOKAL DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KETERBUKAAN DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (STUDI PADA MAHASISWA ASING DENGAN MAHASISWA LOKAL DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA)


Pengarang

SYARIFAH AQILLAH A - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310102010083

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul “KETERBUKAAN DIRI DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (Studi Pada Mahasiswa Asing Dengan Mahasiswa Lokal di Universitas Syiah Kuala). Tujuannya untuk mengetahui keterbukaan diri dalam komunikasi antarbudaya pada mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keterbukaan diri mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 7 orang mahasiswa asing dan 3 orang mahasiswa lokal. Berdasarkan hasil penelitian dari keseluruhan mahasiswa asing, bahwa mahasiswa Malaysia lebih terbuka daripada mahasiswa asing lainnya. Sedangkan mahasiswa asing yang agak tertutup yaitu mahasiswa Thailand. Keterbukaan diri yang dilakukan mahasiswa asing dengan mahasiswa lokal melewati 5 tingkatan-tingkatan self-disclosure dalam komunikasi yaitu: (1) Basa-basi; proses keterbukaan diri hanya percakapan basa-basi seperti saling menyapa antara satu dengan lain jika bertemu dikampus. (2) Membicarakan orang lain, proses keterbukaan diri hanya berkomunikasi tentang orang lain seperti rasa ingin tau tentang peraturan dan tipe-tipe dosen. (3) Menyatakan pendapat atau gagasan, proses keterbukaan diri sudah mulai menunjukan sikap terbuka dan bercerita tentang kehidupan masing-masing. (4) Perasaan, proses keterbukaan diri sudah terbuka antara satu dengan lainya seperti sama-sama memiliki perasaan nyaman atau mempercayai segala ceritanya termasuk cerita mengenai keluarganya. (5) Hubungan puncak, proses keterbukaan diri sudah terjalin sebuah hubungan seperti persahabatan, sudah saling terbuka antara satu sama lain. Proses keterbukaan diri yang terjadi didukung oleh beberapa faktor yaitu: Efek dyadic, Besaran kelompok dan Kepribadian. Namun keterbukaan diri yang berlangsung juga tidak bisa terlepas dari faktor-faktor penghambat yaitu: Culture shock, Perbedaan bahasa, Perbedaan pola pikir dan Prasangka.
Kata Kunci: Keterbukaan Diri, Komunikasi Antarbudaya, Mahasiswa Asing-Lokal

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK