DIAGNOSA SURRA (TRYPANOSOMA EVANSI) PADA KERBAU YANG DIPOTONG DI RPH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR BERDASARKAN PEMERIKSAAN CARD AGGLUTINATION TEST FOR TRYPANOSOMA EVANSI (CATT) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

DIAGNOSA SURRA (TRYPANOSOMA EVANSI) PADA KERBAU YANG DIPOTONG DI RPH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR BERDASARKAN PEMERIKSAAN CARD AGGLUTINATION TEST FOR TRYPANOSOMA EVANSI (CATT)


Pengarang

KARTIKA AMIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1402101010089

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

DIAGNOSA SURRA (Trypanosoma evansi) PADA KERBAU
YANG DIPOTONG DI RPH BANDA ACEH DAN ACEH
BESAR BERDASARKAN PEMERIKSAAN CARD
AGGLUTINATION TEST FOR
Trypanosoma evansi (CATT)


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan parasit secara tidak langsung dengan melihat adanya antibodi terhadap Trypanosoma evansi dengan menggunakan metode Card Agglutination Test for Trypanosoma evansi (CATT). Sebanyak 50 ekor kerbau yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh dan Aceh Besar diambil darahnya untuk diperiksa di Laboratorium Parasitologi dan Riset Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala. Prinsip dari metode CATT adalah untuk melihat ikatan antara antibodi dan antigen. Hasil positif ditandai dengan terbentuknya aglutinasi pada kertas karton CATT. Skor nilai reaksi aglutinasi terbagi menjadi 5 kategori yaitu, positif tiga (+++) menandakan aglutinasi sangat kuat, yang berarti kemungkinan hewan baru saja terinfeksi, positif dua (++) menandakan aglutinasi kuat, yang berarti hewan kemungkinan sudah terinfeksi cukup lama, positif satu (+) menandakan aglutinasi sedang, yang berarti hewan sudah pernah terinfeksi T. evansi, dubius (±) menandakan aglutinasi lemah atau dubius dan, negatif (–) menandakan tidak terjadi aglutinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 50 sampel yang diperiksa 14% (7/50) sampel positif aglutinasi sangat kuat, 24% (12/50) sampel positif aglutinasi kuat, 48% (24/50) sampel positif aglutinasi sedang, dan 14% (7/50) sampel negatif T. evansi. Metode CATT sangat sensitif karena 86% dari 50 ekor kerbau dinyatakan positif pernah atau sedang terinfeksi T. evansi.









Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK