<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39373">
 <titleInfo>
  <title>KEWENANGAN GUBERNUR ACEH DALAM PENGGANTIAN PEJABAT ESELON II SETELAH PEMILIHAN KEPALA DAERAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SADRUN PINIM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>KEWENANGAN GUBERNUR ACEH DALAM PENGGANTIAN PEJABAT&#13;
ESELON II SETELAH PEMILIHAN KEPALA DAERAH&#13;
&#13;
Sadrun Pinim&#13;
&#13;
Husni Jalil&#13;
1&#13;
&#13;
Yanis Rinaldi&#13;
2&#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
3&#13;
 &#13;
 &#13;
Aceh salah satu daerah provinsi yang diberikan status otonomi khusus &#13;
sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentangPemerintahan&#13;
Aceh. Muatan yang diatur Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 adalah kewenangan&#13;
Gubernur Aceh dalam penggantian pejabat eselon II. Dalam penggantian pejabat&#13;
eselon II telah sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2006 tentang&#13;
Pemerintahan Aceh. Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala&#13;
Daerah, Gubernur Aceh dilarang melakukan penggantian pejabat 6 (enam) bulan&#13;
sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan kecuali&#13;
mendapat persetujuan tertulis dari Menteri. Prosedur penggantian pejabat eselon II&#13;
menurut UU No. 11 Tahun 2016 tentang Pemerintah Aceh tidak sesuai dengan UU No.&#13;
5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji kewenangan Gubernur&#13;
Aceh dalam mengangkat pejabat Eselon IIdan ketentuan Undang-Undang Nomor 10&#13;
Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang  membatasi&#13;
kewenangan Gubernur Aceh sebagai kepala daerah dalam otonomi khusus.&#13;
Metode penelitian adalah yuridis normatif, spesifikasi preskriptif analitis.&#13;
Sumber data adalah data sekunder meliputi bahan hukum primer, bahan hukum &#13;
sekunder dan bahan hukum tersier mengenai Kewenangan Gubernur Aceh dalam &#13;
Penggantian Pejabat Eselon II Setelah Pemilihan Kepala Daerah.&#13;
Adapun hasil penelitian menunjukkan pemberlakuan Undang-Undang No. 10&#13;
Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang memuat larangan&#13;
penggantian pejabat 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai&#13;
akhir masa jabatan kecuali persetujuan tertulis dari Menteri, sesungguhnya&#13;
menghambat otonomi khusus di Aceh menurut UU No. 11 Tahun 2006. Dalam asas&#13;
peraturan perundang-undangan yang berlaku, dimana setiap daerah provinsi juga &#13;
tunduk pada aturan nasional. Menurut asas peraturan perundang-undangan, penerapan&#13;
UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota tidak&#13;
berlaku di Aceh, dan terkait penggantian pejabat eselon II tetap berdasarkan UU No. 5&#13;
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, karena Pegawai Negeri Sipil Aceh satu&#13;
kesatuan manajemen Pegawai Negeri Sipil secara nasional.  &#13;
Disarankan kepada Pemerintah Pusat dalam membuat peraturan perundangundangan&#13;
mengacu&#13;
harmonisasi&#13;
dan&#13;
sinkronisasi&#13;
peraturan&#13;
perundang-undang&#13;
lainnya.&#13;
&#13;
Undang-Undang&#13;
&#13;
No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan&#13;
Walikota, sehingga, memberikan pengecualian untuk Provinsi Aceh sebagai otonomi&#13;
khusus, agar tidak timbul disharmonisasi peraturan perundang-undangan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Kewenangan dan Pejabat.</note>
 <subject authority="">
  <topic>LOCAL GOVERNMENT - LAW</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>GOVERNOR (EXECUTIVES)</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>EXECUTIVE POWER - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>342.06</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39373</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-26 10:15:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-12-28 16:39:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>