Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PENGGUNAAN GONDORUKEM SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI KE DALAM CAMPURAN ASPAL PORUS PADA PENGUJIAN MARSHALL DAN ASPHAL
Pengarang
Asrarul Maula - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1304101010078
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Aspal adalah material yang digunakan sebagai bahan pengikat pada pekerjaan perkerasan lentur jalan. Aspal porus merupakan campuran aspal dengan proporsi agregat halus yang rendah untuk mendapatkan ruang pori yang tinggi. Perkerasan aspal porus memiliki permukaan yang kasar sehingga tingkat kekesatannya pun tinggi untuk menghindari slip pada roda kendaraan. Aspal porus memiliki stabilitas yang rendah namun memiliki permeabilitas tinggi yang disebabkan oleh banyaknya rongga antar agregat. Genangan air yang sering terjadi terutama setelah hujan bisa menjadi masalah terhadap ketahanan aspal. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mencegah permasalahan ini adalah penggunaan aspal porus untuk digunakan dalam pekerjaan perkerasan jalan. Pada penelitian ini digunakan gondorukem sebagai bahan substitusi pada campuran aspal porus untuk meningkatkan nilai stabilitas pada campuran perkerasan. Gondorukem merupakan hasil destilasi/penyulingan getah dari pohon pinus merkusii yang berbentuk padat berwarna kuning jernih sampai kuning tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gondorukem sebagai bahan substitusi aspal penetrasi 60/70 terhadap karakteristik campuran aspal porus, berdasarkan metode Australia yaitu dengan parameter nilai kadar rongga dalam campuran (Voids In Mix) dan Asphalt Flow Down (AFD). Pembuatan benda uji untuk penentuan kadar aspal optimum (KAO) digunakan metode Australia dengan parameter nilai Cantabro Loss (CL), Asphalt Flow Down (AFD), dan Voids In Mix (VIM). Gradasi mengikuti gradasi terbuka dengan kadar aspal yang digunakan adalah 4,5 %; 5%; 5,5%; 6%; dan 6,5% tanpa variasi penggunaan gondorukem. Selanjutnya dilakukan pengujian dan perhitungan Marshall dan AFD untuk mendapatkan KAO. Setelah KAO diperoleh, dibuat benda uji pada KAO dan variasi ± 0,5 dari nilai KAO dengan variasi penggunaan gondorukem sebesar 2%, 4%, 6%, dan 8%. Pada kadar aspal optimum terbaik diperoleh nilai stabilitas sebesar 554,81 kg, nilai VIM sebesar 18,04%, dan nilai AFD sebesar 0,28%.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH PENGGUNAAN GONDORUKEM SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI KE DALAM CAMPURAN ASPAL PORUS PADA PENGUJIAN MARSHALL DAN ASPHAL (Asrarul Maula, 2018)
PENGARUH SUBSTITUSI GONDORUKEM KE DALAM ASPAL PENETRASI 60/70 TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS (LENI ARLIA, 2017)
PENGARUH SUBSTITUSI GONDORUKEM PADA ASPAL TERHADAP KARAKTERISTIK ASPAL PORUS DENGAN ABU VULKANIK GUNUNG SINABUNG SEBAGAI FILLER (Putri Inas Haura Hega, 2020)
PENGARUH SUBSTITUSI ASBUTON BUTIR TERHADAP DURABILITAS DAN PERMEABILITAS CAMPURAN ASPAL PORUS (Kusmira Agustian, 2024)
KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL PORUS DENGAN BUTON GRANULAR ASPHALT SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DAN STYROFOAM SUBSTITUSI ASPAL PEN 60/70 (FEBBY SALSHA NABILLA, 2018)