CULTURE SHOCK DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA (Studi terhadap Mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Minang Banda Aceh) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

CULTURE SHOCK DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA (Studi terhadap Mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Minang Banda Aceh)


Pengarang

Marisa Putri Hardani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0910102010001

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

302.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Culture Shock Dalam Komunikasi Antarbudaya (Studi Terhadap Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Yang Tergabung Dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Minang Banda Aceh)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk gejala culture shock yang dialami dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi culture shock ini agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan dua cara yaitu melalui wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi (pengamatan) partisipan-membership terhadap informan dalam penelitian ini. informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang diambil secara acak dengan menggunakan kriteria harus anggota IPMM Banda Aceh yang dinyatakan aktif dan sudah menetap di Banda Aceh minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. Wawancara dilakukan secara mendalam dengan melakukan tatap muka langsung dengan informan. Observasi dilakukan di rumah, di kampus serta tempat umum dimana informan sering melakukan interaksi sosial. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa gejala-gejala culture shock yang dialami oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam IPMM ini dapat dilihat dari segi kebiasaan dan kebudayaan, makanan dan bahasa. Culture shock yang dialami oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam IPMM ini menimbulkan kecenderungan reaksi yang berupa kecemasan dan kekhawatiran, perasaan canggung, bingung, penurunan kinerja dan ketidak berdayaan, menyendiri dan rindu kampung halaman. Dalam mengatasi culture shock yang dirasakan, mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam IPMM tersebut memilih tinggal dengan teman-teman dari daerah yang sama, mencoba mengikuti kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat dan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat serta dengan lingkungan barunya.
Kata Kunci : Culture Shock, Mahasiswa Minang, Komunikasi Antarbudaya

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK