<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="3929">
 <titleInfo>
  <title>CULTURE SHOCK DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA&#13;
(Studi terhadap Mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Minang  Banda Aceh)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Marisa Putri Hardani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Penelitian ini berjudul “Culture Shock Dalam Komunikasi Antarbudaya (Studi Terhadap Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Yang Tergabung Dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Minang Banda Aceh)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk gejala culture shock yang dialami dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi culture shock ini agar dapat beradaptasi dengan lingkungan baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data untuk penelitian ini menggunakan dua cara yaitu melalui wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi (pengamatan) partisipan-membership terhadap informan dalam penelitian ini. informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yang diambil secara acak dengan menggunakan kriteria harus anggota IPMM Banda Aceh yang dinyatakan aktif dan sudah menetap di Banda Aceh minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. Wawancara dilakukan secara mendalam dengan melakukan tatap muka langsung dengan informan.  Observasi dilakukan di rumah, di kampus serta tempat umum dimana informan sering melakukan interaksi sosial. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa gejala-gejala culture shock yang dialami oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam IPMM ini dapat dilihat dari segi kebiasaan dan kebudayaan, makanan dan bahasa. Culture shock yang dialami oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam IPMM ini menimbulkan kecenderungan reaksi yang berupa kecemasan dan kekhawatiran, perasaan canggung, bingung, penurunan kinerja dan ketidak berdayaan, menyendiri dan rindu kampung halaman. Dalam mengatasi culture shock yang dirasakan, mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang tergabung dalam IPMM tersebut memilih tinggal dengan teman-teman dari daerah yang sama, mencoba mengikuti kebiasaan-kebiasaan masyarakat setempat dan melakukan interaksi sosial dengan masyarakat serta dengan lingkungan barunya.&#13;
Kata Kunci : Culture Shock, Mahasiswa Minang, Komunikasi Antarbudaya&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>3929</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-02-05 10:17:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-09-21 14:45:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>