Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KOMODITI TOMAT DAN CABAI MERAH DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
RAHMATUN FAUZA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1305102010051
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Rahmatun Fauza. 1305102010051. Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Komoditi
Tomat dan Cabai Merah di Kota Banda Aceh di bawah bimbingan Dr. Ir. Suyanti Kasimin,
M.Si. selaku pembimbing utama dan Dr. Zakiah, S.P., M.Si. selaku pembimbing anggota.
RINGKASAN
Tomat dan cabai merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok yang dibutuhkan
oleh setiap rumah tangga. Sebagian besar makanan Nusantara disajikan dengan bahan tomat
dan cabai, bahkan tomat dan cabai dapat digunakan dalam kesempatan yang sama. Terjadinya
fluktuasi harga pun menyebabkan ketidakstabilan ekonomi pada konsumen karena tomat dan
cabai termasuk dalam sembilan bahan pokok. Dalam kesehariannya, konsumen membeli
kebutuhannya dengan proses yang disebut dengan perilaku konsumen. Preferensi merupakan
salah satu perilaku konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis preferensi
konsumen terhadap kombinasi atribut tomat (Solanum lycopersicum L.) dan cabai merah
(Capsicum annuum L.) di kota Banda Aceh dan untuk mengetahui atribut pembelian tomat
(Solanum lycopersicum L.) dan cabai merah (Capsicum annuum L.) yang diprioritaskan
konsumen, sehingga dalam hal ini akan memberikan masukan kepada produsen baik petani
maupun pengusaha dalam pemenuhan kebutuhan konsumen.
Lokasi penelitian dilakukan di Pasar Peunayong Kecamatan Kuta Alam dengan
jumlah sampel sebanyak 60 orang, dengan klasifikasi 45 sampel konsumen rumah tangga, 10
konsumen pengusaha rumah makan dan 5 sampel pedagang. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode survei menggunakan kuesioner dan metode analisis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode deskriptif kuantitatif ini
bertujuan mengukur tingkat nilai guna (part-worth) konsumen di Banda Aceh serta nilai
kepentingan relatif yang menunjukkan atribut komoditi yang paling diprioritaskan oleh
konsumen. Analisis kuantitatif menggunakan analisis conjoint untuk melihat nilai guna dari
masing-masing atribut komoditi tomat maupun cabai merah. Analisis ini juga digunakan
untuk melihat tingkat kepentingan atribut yang paling diprioritaskan oleh konsumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis preferensi konsumen
terhadap komoditi tomat dan cabai di Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan, maka dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu buah tomat (Solanum lycopersicum
L.) yang menjadi preferensi konsumen dapat dilihat dari nilai kegunaan (utility values) yang
terbesar diantara atribut yang disajikan. Adapun buah tomat yang menjadi preferensi
konsumen secara keseluruhan adalah buah tomat yang berasal dari Sumatera Utara, harga
terendah atau Rp 8.000,- ,dengan daya tahan buah tomat selama 6-9 hari, dengan tingkat
kesegaran sangat segar dan buah tomat dengan rasa manis.
Cabai merah (Capsicum annuum L.) yang menjadi preferensi konsumen dapat dilihat
dari nilai kegunaan (utility values) yang terbesar diantara atribut yang disajikan. Adapun
cabai merah yang menjadi preferensi konsumen secara keseluruhan adalah cabai merah
keriting, harga terendah atau Rp 34.000,- dengan daya tahan cabai merah selama 5-6 hari,
dengan tingkat kesegaran sangat segar dan tingkat kepedasan cabai merah yang pedas.
Responden secara keseluruhan lebih memprioritaskan atribut jenis tomat (28,58%)
dibandingkan dengan atribut buah tomat yang lainnya. Hal ini terjadi karena mindset
konsumen telah terbentuk bahwa tomat yang berasal dari Sumatera Utara lebih baik, baik
secara visual melalui kesegaran, daya tahan lebih lama, sekalipun harganya lebih tinggi
dibandingkan tomat lokal atau tomat Takengon. Untuk komoditi cabai merah, responden
secara keseluruhan memprioritaskan harga cabai dengan nilai kepentingan 30,29%. Hal ini
terjadi karena adanya fluktuatif harga dari komoditi cabai merah sendiri diikuti dengan
kebiasaan sosial budaya masyarakat Aceh, seperti kenduri dan perayaan keagamaan lainnya.
Selain itu, fluktuasi harga juga disebabkan karena produksi cabai yang bergantung pada
cuaca.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBANDINGAN PRODUKSI, PRODUKTIVITAS, LUAS PANEN KOMODITAS HORTIKULTURA (CABAI, KUBIS, KENTANG DAN TOMAT) DI ACEH DENGAN PROVINSI LAINNYA DI INDONESIA (TENGKU MUHAMMAD RAIHAN FARID, 2021)
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI BRA (BADAN REINTEGRASI DAMAI_ACEH) TERHADAP MANTAN DAN KELUARGA GAM DI KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH (Asmara Dewi, 2021)
ANALISIS PERMINTAAN DAN PENAWARAN CABAI MERAH BESAR (C. ANNUM L. VAR.ABREVIATA EINGERHUTH) DI KOTA BANDA ACEH (Desi Karlina, 2021)
ANALISIS PERMINTAAN CABAI MERAH SEGAR DI KOTA TEBING TINGGI (Harbain, 2025)
PENGARUH FAKTOR PRODUKSI DAN SISTEM OLAH TANAH TERHADAP PRODUKSI DAN KEUNTUNGAN PADA USAHATANI SEMANGKA DAN CABAI MERAH DI BANTARAN SUNGAI KRUENG ACEH (Sulaiman, 2025)