PEMBUATAN KOMPOSIT PUPUK UREA-MAGNESIUM SLOW RELEASE ABU SEKAM PADI-LATEKS TERSALUT KITOSAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMBUATAN KOMPOSIT PUPUK UREA-MAGNESIUM SLOW RELEASE ABU SEKAM PADI-LATEKS TERSALUT KITOSAN


Pengarang

Rauzaton Wardani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1306103040039

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Kimia (S1) / PDDIKTI : 84204

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian tentang pembuatan komposit pupuk urea-magnesium slow release berbahan dasar matrik abu sekam padi dengan perekat getah karet (Hevea bracileansis) disalut kitosan telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi optimum dari bahan-bahan penyusun komposit, mengetahui pengaruh penambahan magnesium dan penyalutan kitosan terhadap ketahanan komposit serta menguji laju pelepasan urea, amonia dan nitrat dalam air. Komposisi optimum penyusun komposit terdiri dari 15 mL lateks, 45 mL air, 60 gram abu sekam padi, 20,8 gram urea dan 9,6 gram magnesium sulfat. Komposit dibuat dengan mencampurkan semua komposisi hingga homogen dan dimasukkan ke dalam alat cetakan khusus, selanjutnya ditekan dengan beban pemberat 5 kg. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kestabilan dalam air, uji ketahanan terhadap benturan, uji kadar air, uji penyerapan air, uji kelarutan urea, amonia dan nitrat dalam air serta uji masa kadaluarsa. Laju pelepasan urea dan amonia dalam air dilakukan secara spektrofotometri pada panjang gelombang maksimum 420 nm dan 640 nm, sedangkan laju pelepasan nitrat dalam air dilakukan secara kolorimetri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit pupuk urea-magnesium slow release yang disalut kitosan memiliki tingkat kestabilan yang baik selama 20 hari masa perendaman di dalam air. Penggunaan kitosan sebagai bahan penyalut komposit mampu melindungi komposit dari mikroorganisme bakteri dan jamur yang dapat menurunkan kualitas komposit. Kitosan juga mampu menghambat mobilitas urea yang lepas dari komposit. Selain itu, penambahan magnesium sulfat di dalam komposit disalut kitosan mampu mengontrol laju pelepasan amonia dan nitrat di dalam air. Sehingga dapat disimpulkan bahwa komposit pupuk urea dengan penambahan magnesium yang disalut kitosan dapat mengontrol laju pelepasan nutrisi (urea, amonia dan nitrat) komposit sedikit demi sedikit, sehingga komposit pupuk ini dapat dijadikan sebagai alternatif pupuk lepas-lambat (slow release fertilizer).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK