<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="39065">
 <titleInfo>
  <title>PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN TERHADAP PEREDARAN KOSMETIK YANG MENCANTUMKAN NOMOR IZIN EDAR FIKTIF DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yana Indah Pertiwi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Yana Indah Pertiwi, &#13;
2018&#13;
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN &#13;
TERHADAP PEREDARAN KOSMETIK YANG &#13;
MENCANTUMKAN NOMOR IZIN EDAR FIKTIF &#13;
DI KOTA BANDA ACEH&#13;
Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala&#13;
(v, 84) pp., bibl., tbl.&#13;
Dr. Azhari, S.H., MCL., M.A.&#13;
Pasal  7 huruf  (b)  Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan&#13;
Konsumen yang  menyebutkan  mewajibkan  pelaku  usaha  memberikan informasi yang&#13;
benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta member&#13;
penjelasan  penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan.  Dalam kenyataannya di Kot&#13;
Banda Aceh masih ditemukan kosmetik yang dipalsukan dan mengandung bahan&#13;
berbahaya serta men cantumkan nomor izin edar fikif&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk menjelaskan  Penyebab terjadiny&#13;
peredaran produk kosmetik berbahaya yang mencantumkan nomor izin edar fiktif, Peran&#13;
BPOM Kota Banda Aceh dalam melakukan pengawasan serta Sanksi bagi produsen atau&#13;
pelaku usaha yang mencantumkan nomor izin edar fiktif  dalam kaitannya dengan&#13;
perlindungan konsumen di Banda Aceh.&#13;
Metode penelitian  yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode penelitian&#13;
hukum empiris atau metode penelitian lapangan (field research).  Untuk memperoleh&#13;
datanya, maka peneliti melakukan kajian secara kepustakaan  (library research),  dengan&#13;
menelaah buku-buku dan bahan lainnya yang berkenaan dengan kajian skripsi  dan&#13;
penelitian secara lapangan  (field research),  seperti melakukan wawancara dengan&#13;
informan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan.&#13;
Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa penyebab terjadinya peredaran kosmetik&#13;
berbahaya yang mencantumkan nomor izin edar fiktif dikarenakan  produsen  tidak&#13;
mendaftarkan produk yang akan diedarkan ke BPOM.  Bagi konsumen disebabkan harg&#13;
yang relatif murah sehingga tidak memikirkan dampak a pa yang akan ditimbulkan. Bag&#13;
BPOM disebabkan  kurangnya bidang pengawasan, pemeriksaan  dan penindakan&#13;
Adapun peran dan upaya  BPOM Kota Banda Aceh dilakukan dengan melakukan&#13;
pengawasan, pemeriksaan dan penindakan setiap produsen yang menyalahi aturan&#13;
pemerintah terkait dengan peredaran kosmetik palsu dengan mencantumkan nomor izin&#13;
edar fiktif.  Oleh karena itu,  sanksi hukum bagi produsen yang memperdagangkan&#13;
kosmetik mencantumkan nomor izin edar fiktif  diancam dengan pasal 19 ayat (1) dan&#13;
Pasal 62 ayat (1) UUPK.&#13;
Disarankan kepada  pelaku usaha agar  mengetahui tata tertib dalam menjalankan&#13;
usahanya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur. Disarankan kepada konsumen&#13;
agar lebih jeli dan berhati-hati dalam memilih kosmetik. Serta  pihak BBPOM dan  Dina&#13;
terkait  harus  gencar  dalam  melakukan  pengawasan dan penyuluhan, serta memberikan&#13;
sanksi yang tepat dan tegas  terkait  dengan  peredaran  produk  kosmetik yang  tidak&#13;
memiliki nomor izin edar.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>39065</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-20 21:19:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-21 10:29:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>