INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI SEKITAR TANGGUL SUNGAI KRUENG ACEH BERDASARKAN VARIASI NILAI RESISTIVITAS LITRIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

INTERPRETASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI SEKITAR TANGGUL SUNGAI KRUENG ACEH BERDASARKAN VARIASI NILAI RESISTIVITAS LITRIK


Pengarang

Haris Saputra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1408102010002

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilakukan di sekitar tanggul sungai Krueng Aceh yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisis bawah permukaan berdasarkan variasi resistivitas batuan dan menginterpretasikan data model struktur bawah pemukaan 2D resistivitas tersebut untuk memberikan informasi mengenai kondisi tanggul dikawasan ini. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger pada dua lintasan sepanjang 200 m dan spasi elektroda 5 m. Pengukuran dilakukan dengan instrumen Terameter ABEM SAS 4000, dan pengolahan data dilakukan dengan software Res2Dinv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan paling atas berupa pasir (sand) yang mengandung resapan air laut dengan nilai resistivitas < 2,50 ?m disebut juga zona resistivitas rendah (low resistivity zone). Pada lapisan tengah terdapat pasir lempungan (sandy clay) yang memiliki resistivitas antara 3,00 – 30,00 ?m, serta lapisan paling bawah memiliki resistivitas < 2,50 ?m diduga terdapat lempung (clay) yang terintrusi air yang merupakan lapisan akuifer. Khusus pada jarak pengukuran 150 – 200 m di lintasan L2 terdapat zona timbunan (reclaim) memiliki resistivitas antara 5,00 –29,30 ?m, yang merupakan bagian tanggul jalan zona perubahan elevasi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi tanggul masih sangat baik untuk menahan terhadap terjadinya tanah longsor, erosi atau liquifaksi, karena adanya lapisan pasir lempungan (nilai resistivitas tinggi) yang masih dapat menahan rembesan air yang masuk baik dari arah tanggul maupun dari permukaan. Hal ini menunjukkan metode resistivitas sangat efektif digunakan untuk mengetahui kondisi tanggul.
Kata Kunci : resistivitas, tanggul, struktur bawah permukaan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK