Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISIS TINDAKAN PENGENDALIAN INFEKSI DALAM PRAKTEK KLINIK GIGI OLEH MAHASISWA GUNA MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA (STUDI PADA JURUSAN KEPERAWATAN GIGI POLTEKKES KEMENKES ACEH)
Pengarang
Erwin Noer - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200140013
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
362.18
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ARSTRAK
Salah satu kompetensi mahasiswa Diploma III keperawatan gigi adalah sebagai pelaksana pengendalian infeksi, yaitu berupa kemampuan mengaplikasikan sistem pengendalian infeksi unntuk meningkatkan mutu pelavanan.Karenanya diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengendalian infeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi mutu tindakan pengendalian infeksi dengan melakukan analisis terhadap variabel pengetahuan,sikap,sarana, hiegiene petugas dan lingkungan serta sterilisasi dan pemeliharaan alat. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional, populasi dan sampel seluruh mahasiswa Tingkat II Jurusan Kesehatan Gigi Tahun Ajaran 2017 yang sedang praktek klinik berjumlah 99 orang, data diperoleh dengan wawancara dan observasi dengan menggunakan kuesioner dan cek list dalam bulan Agustus di Poltekkes Kemenkes Aceh. Analisis terhadap variabel penelitian secara statistik mampu menjelaskan variasi dari variabel tenkat mutu tindakan pengendalian infeksi sebesar 79,8%. Higiene lingkungan memberikan kontribusi yang paling besar terhadap mutu tindakan pengendalian infeksi sebesar (62,5%) dalam katagori kurang 6,01(CI: 1,92-18,7), diikuti pengetahuan mahasiswa (52%) katagori kurang 4,26 (Cl: 1,61- 11,21) dan kontribusi paling kecii adalah, sarana sebesar 43% dalam katagori kurang 2,9 ( Cl: 1,81-7,34). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan, sarana, hygiene lingkungan, merupakan faktor yang berpengaruh terhadap mutu tindakan pengendalian infeksi, higiene lingkungan memberikan kontribusi pengaruh paling besar terhadap mutu tindakan pengendalian infeksi, untuk itu kepada jurusan disarankan untuk penambahan materi pembelajaran terkait kesiapsagaan bencana, serta pengelola perlu melakukan upaya untuk mengatasi penyebab yang dapat membatasi pencapaian mutu praktik pengendalian infeksi dengan mengoptimalkan sarana yang ada.
Kata kunci; pengendalian Infeksi,praktik klinik, mutu tindakan,kesiapsiagaan bencana.
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA TERAPAN GIGI POLTEKKES KEMENKES TENTANG KEHILANGAN GIGI DAN PEMAKAIAN GIGI TIRUAN (TEULATNA SRI RIZKIMA AYU, 2023)
PENGARUH PENGGUNAAN MODUL KESEHATAN REPRODUKSI PADA SITUASI DARURAT BENCANA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA PRODI D-III KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES ACEH (mutia yacob, 2016)
DISTRIBUSI FREKUENSI KEHILANGAN GIGI DAN PEMAKAIAN GIGI TIRUAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA (PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER, ILMU KEPERAWATAN, ILMU PSIKOLOGI, DAN PENDIDIKAN DOKTER GIGI) (QATRUNNADA, 2022)
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA PROFESI DALAM KONTROL INFEKSI DI RSGM USK PADA BIDANG BEDAH MULUT (Apri Love Tesalonika S, 2024)
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP BENCANA DAN KETERAMPILAN BASIC LIFE SUPPORT DENGAN KESIAPSIAG AAN BENCANA GEMPA BUMI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN POLTEKKES BANDA ACEH (Budimanto, 2018)