Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN K-MEANS SOFT CONTSTRAINT DALAM MENANGANI DATA TIDAK LENGKAP UNTUK MENENTUKAN PEMBOBOTAN TERBAIK
Pengarang
IRMADAYANI RAY - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1308108010046
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Analisis gerombol (cluster analysis) merupakan metode eksplorasi untuk mengelompokkan objek-objek yang memiliki karakteristik yang mirip ke dalam satu gerombol. Umumnya, analisis gerombol hanya dapat diterapkan pada data set yang lengkap. Namun, saat ini sering ditemukannya data set yang tidak lengkap. Kondisi ini dapat diatasi dengan algoritma khusus yang salah satunya adalah dengan metode k-means soft constraint (KSC). Metode KSC sangat sensitif terhadap nilai pembobotan sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan peninjauan terhadap nilai pembobotan (w) terbaik dalam menggerombolkan data set yang tidak lengkap. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai pembobotan dengan ketepatan gerombol tertinggi yang diperoleh dari simulasi pada data bangkitan adalah w=0.3. Kemudian nilai w=0.3 diaplikasikan pada data sekunder yaitu data indikator kesejahteraan rakyat. Gerombol yang terbentuk dari data Indikator Kesejahteraan Rakyat Aceh tahun 2006 memberikan hasil gerombol yang memiliki tingkat kemiripan yang tinggi, sehingga memiliki hubungan kesamaan karakteristik dalam satu gerombol. Kemudian penggerombolan dilakukan pada data serupa dari tahun 2015 dengan nilai pembobotan w=0.3, yang memberikan hasil gerombol yang sama pada data lengkap dan data yang tidak lengkap (dihilangkan sebagian). Pada tahun 2015 diperoleh 3 gerombol akhir, yaitu gerombol dengan kabupaten/kota dengan indikator kesejahteraan tinggi, kabupaten/kota dengan kesejahteraan sedang dan kabupaten/kota dengan kesejahteraan rendah.
Kata kunci : Soft constraints, nilai bobot, gerombol, data tidak lengkap, indikator kesejahteraan rakyat.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENERAPAN METODE CLUSTERING K-MEANS PADA DATA TIME SERIESRN(STUDI KASUS: NILAI LAJU INFLASI DI INDONESIA) (Zahida Meisya Kaisna, 2025)
ANALISA PENGELOMPOKAN PENUNGGAKAN PEMBAYARAN LISTRIK (STUDI KASUS PT. PLN (PERSERO),CABANG MERDUATI BANDA ACEH) (Khusnul Azima, 2015)
MODEL HYBRID MACHINE LEARNING BERBASIS SMOTEENN-SOFT VOTING ENSEMBLE DAN ANALISIS SHAP UNTUK PREDIKSI RISIKO STUNTING (Nuwairy El Furqany, 2026)
PENGARUH STATER LACTOBACILLUS PLANTARUM DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS SOFT CHEESE (FATANAH, 2025)
PENGELOMPOKAN NEGARA DI DUNIA BERDASARKAN JUMLAH KEMATIAN HARIAN AKIBAT COVID-19 MENGGUNAKAN METODE K-MEANS CLUSTERING (RIHADATUR RAHMAH, 2022)