PENGUKURAN MEDAN MAGNETIK TOTAL PADA LAPANGAN PANAS BUMI BUR NI GEUREUDONG KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGUKURAN MEDAN MAGNETIK TOTAL PADA LAPANGAN PANAS BUMI BUR NI GEUREUDONG KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

TEGUH ARIF WIYONO - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1308102010039

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian menggunakan metode magnetik pada kawasan Lapangan Panas Bumi Bur Ni Geureudong, Kabupaten Bener Meriah untuk mendapatkan struktur bawah permukaan berdasarkan nilai anomali medan magnetik total yang diperoleh. Data anomali medan magnetik total diukur menggunakan Proton Precision Magnetometer dengan lintasan sepanjang 27 km yang terbagi menjadi 30 titik pengukuran. Data terukur di lapangan kemudian dikoreksi harian (diurnal) dan koreksi IGRF (International Geomagnetic Reference Field) untuk mendapatkan anomali medan magnetik total pada lintasan pengukuran. Data hasil koreksi selanjutnya digunakan untuk pemodelan 2D dengan menggunakan software Mag2DC. Hasil interpretasi model 2D menunjukkan adanya beberapa patahan yang berdekatan dengan manifestasi-manifestasi panas bumi di permukaan. Patahan pertama berada di sekitar jarak 8 km, yaitu di desa Ketol, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Patahan ini kemungkinan berasosiasi dengan gempa yang terjadi di Aceh Tengah pada tahun 2013 silam. Patahan kedua terletak pada jarak lintasan 17,5 km, Desa Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Lokasi patahan ini berjarak sekitar 2 km dari lokasi manifestasi Uning Bertih. Patahan ketiga terletak pada jarak lintasan 26 km, Desa Bintang Bener, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa patahan-patahan tersebut merupakan jalur-jalur aliran hidrotermal dari sistem panas bumi Burni Geureudong.

Kata kunci: metode magnetik, anomali medan magnetik total, patahan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK