PENDUGAAN BIDANG GELINCIR DAERAH RAWAN LONGSOR DI KAWASAN GUNUNG PARO ACEH BESAR DENGAN METODE RESISITIVITAS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENDUGAAN BIDANG GELINCIR DAERAH RAWAN LONGSOR DI KAWASAN GUNUNG PARO ACEH BESAR DENGAN METODE RESISITIVITAS


Pengarang

Yulinar Fajrina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304107010025

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Jalan Lintas Banda Aceh – Meulaboh merupakan kawasan lintas nasional yang berada di lereng-lereng pegunungan Paro dan berpotensi terjadinya longsor. Bidang gelincir longsor dapat dilihat dengan menggunakan metode resistivitas. Oleh karena itu, penelitian yang bertujuan untuk mengetahui variasi nilai resitivitas pada lapisan batuan telah dilakukan sebagai identifikasi zona bidang gelincir tanah di kawasan tersebut. Data resistivitas dapat memberikan informasi jenis batuan berdasarkan perbedaan distribusi nilai resitivitas terhadap tiap batuan yang berbeda. Metode geolistrik resistivitas konfigurasi Pole-Dipole efektif dalam menentukan bidang gelincir longsor karena dapat memperoleh kedalaman yang lebih dalam dibandingkan dengan konfigurasi lain. Pengukuran nilai resistivitas bawah permukaan dilakukan pada lima lintasan ukur menggunakan alat Terameter ABEM SAS 4000. Tiap lintasan ukur dibentang sepanjang 50 meter di kawasan yang berpotensi longsor dengan spasi elektroda 2,5 meter menggunakan 22 elektroda. Data resistivitas dimodelkan menggunakan perangkat lunak Res2DINV untuk mendapatkan model 2D resistivitas bawah permukaan. Hasil pemodelan didapatkan variasi kedalaman pada tiap lintasan 22 – 24 meter. Masing-masing model 2D pada tiap lintasan ukur diidentifikasi sebagai lapisan batu pasir berlempung dengan nilai resistivitas 101-230 ?m, lanau pasir dengan nilai resistivitas 31-100 ?m, dan lanau lempung berpasir dengan nilai resistivitas 7-30 ?m. Berdasarkan interpretasi model 2D resistivitas, lintasan 1 terbukti sebagai daerah runtuhan longsor dengan kesesuaian model 2D resistivitas dan kondisi lapangan. Lokasi yang berpotensi akan terjadi longsor yaitu pada lintasan 2 dan lintasan 3 karena berada pada kemiringan curam dan mempunyai bidang gelincir longsor. 2 llintasan lain diperkirakan tidak berpotensi longsor karena berada di daerah datar dan hanya memiliki bidang batas antar lapisan.
Kata kunci: Gunung paro, metode geolistrik resistivitas, konfigurasi pole-dipole, nilai resistivitas, zona gelincir longsor.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK