<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="38455">
 <titleInfo>
  <title>KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS PADA DAPUR PEREBUS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Alif Hafiz</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>KAJI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PERPINDAHAN PANAS PADA DAPUR PEREBUS&#13;
&#13;
M. ALIF HAFIZ&#13;
1204102010073&#13;
&#13;
       Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Universitas Syiah Kuala&#13;
      Jl. Tgk. Syech Abdurrauf No. 7 Darussalam – Banda Aceh 23111, Indonesia&#13;
&#13;
Abstrak&#13;
&#13;
Penguapan adalah proses perubahan fasa air menjadi uap air ytang disebabkan karena perubahan temperatur akibat pemanasan. Dalam proses perebusan air energi panas yang diberikan, sehingga berubah menjadi uap jenuh. Uap ini biasanya digunakan pada proses pengolahan minyak atsiri, nilam, pala, dan pengukusan lainnya. Produksi uap tersebut membutuhkan sebuah ketel sederhana dengan tekanan rendah. Biasanya masyarakat membuat ketel dengan sistem efisiensi sangat rendah, sehingga sangat banyak memerlukan bahan bakar penyuplai energi panas. Untuk ini perlu suatu kajian terhadap peningkatan efisiensi sistem ketel uap tekanan rendah pada penelitian tersebut. Tujuan umum yang dilakukan pada penelitian ini adalah untuk mengkaji desain dapur baru yang akan membentuk energi panas menjadi lebih meningkat, dan memanfaatkan gas panas hasil pembakaran yang bisa digunakan lagi pada saat proses perebusan. Metode yang dilakukan penelitian ini menguji coba lima variasi dapur perebus. Dapur pembakaran yang didesain memiliki panjang 65 cm, lebar 65 cm, dan tinggi 40 cm yang langsung melekat dengan tabung diameter berukuran 65 cm, dan tinggi 62 cm. Hasil eksperimen didapatkan bahwa dapur perebus pada variasi kondisi kelima, dengan merebus air bervolume sebanyak 16 liter air lebih cepat mendidih selama 22 menit serta mengalami perubahan fasa pada menit ke 24, dan mampu menghasilkan energi panas terhadap dapur sebesar 4.421,76 J serta 34.995,77 W. &#13;
&#13;
Kata kunci: Energi Panas, Distribusi Temperatur, Proses Penguapan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>38455</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-02-01 10:38:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-01 10:52:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>