<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="38363">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zia Ul Hawa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada tahun 2017, PT Kaltim Prima Coal resmi menambang Pit Inul Middle Panel 3 untuk pertama kalinya. Desain geometri peledakan dan jumlah bahan peledak yang optimal untuk lokasi ini belum ditentukan. Desain geometri peledakan dikaji menggunakan persamaan model Kuz-ram, sebab PT Kaltim Prima Coal ingin meningkatkan hasil fragmentasi dari kegiatan peledakan. Namun Pit Inul Middle Panel 3 berlokasi dekat dengan pemukiman masyarakat dan jalan Trans Kalimantan yaitu ± 100 m dari desain akhir pitnya, sehingga PPV  (peak particle velocity) menjadi perhatian khusus dalam penelitian ini. Badan Standarisasi Nasional Indonesia menetapkan batasan baku tingkat getaran peledakan di PT Kaltim Prima Coal yaitu 3 mm/s. Untuk itu diperlukan penentuan jumlah bahan peledak maksimum per jarak dengan mencari nilai konstanta batuan (B) dan konstanta bahan peledak (K). Nilai konstanta awal yang digunakan pada Pit Inul Middle Panel 3 yaitu K = 3.306,73 dan B = 1,53. Setelah dilakukan analisis data, nilai K dan B dapat diperbaharui menjadi K = 31.1711 dan B = -2,07. Hal tersebut menghasilkan penambahan bahan peledak sebesar 23% dan setelah dilakukan percobaan di lapangan sebanyak 6 kali menghasilkan PPV di bawah 3 mm/s. Rekomendasi geometri peledakan optimal untuk diameter lubang ledak 200 mm pada jarak 1.100 m yaitu pattern 8 x 9 m, kedalaman 8,3 m, stemming 4,06 m. Untuk diameter 171,45 mm pada jarak 1.000 m yaitu 8 x 8,5 m, kedalaman 8,2 m, stemming 3,43 m, dan pada jarak 1.100 m yaitu pattern 8 x 9 m dengan kedalaman lubang ledak 9,7 m dan stemming 3,93 m.&#13;
Kata kunci: peledakan, peak particle velocity, scaled distance, fragmentasi, Model Kuz-Ram</note>
 <subject authority="">
  <topic>COAL - MINING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MINE SAFETY - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>622.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>38363</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-31 11:55:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-10-13 09:28:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>