<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="38351">
 <titleInfo>
  <title>MANAJEMEN UPAYA PENINGKATAN UMUR WADUK KEUREUTO KABUPATEN ACEH UTARA PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arief Akbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelaksaanaan  pembangunan  waduk  Kereuto  yang  dilaksanakan  oleh  Balai Wilayah  Sungai  Sumatera  I  ini  mempunyai  fungsi  utama  sebagai  pengendali banjir, irigasi, pemasok air minum, dan pembangkit listrik tenaga air. Perencanaan dari  suatu  waduk  tidak  terlepas  dari  bahaya  ancaman  sedimentasi  yang  dapat mempengaruhi  ataupun  mempersingkat  usia  guna  dari  waduk  tersebut. Pengelolaan  DAS  yang  tidak  berkesinambungan  adalah  penyebab  terjadinya sedimentasi, sehingga  menyebabkan  usia guna  waduk tidak panjang. Erosi  yang terjadi menyebabkan sedimentasi pada waduk Kereuto dapat diperkirakan dengan menggunakan  metode  USLE,  sehingga  besaran  sedimentasi  dapat  diperkirakan dan dapat dilakukan pencegahan dengan melakukan pengelolaan DAS secara Bio Engineering  dan  rekayasa  teknik  sipil,  sehingga  nantinya  dapat  memperpanjang usia guna waduk. Besarnya laju sedimen pada DAS Kereuto pada keadaan tanpa pengelolaan lahan adalah sebesar 392,473.30 m3/thn, usia guna waduk adalah 29 tahun, karena tidak memenuhi  syarat  perencanaan  lahan  pada  DAS  dilakukan  pengelolaan  dengan Tiga  metode  yaitu  dengan  penanganan  lahan  secara  Bio  Engineering,  maka besarnya  laju  sedimen  menjadi  186,136.42  m3/thn  sehingga  usia  guna  waduk menjadi  60  tahun.  Dengan  dilakukan  pengelolaan  secara  rekayasa  teknik  sipil, maka laju sedimen pada DAS Kereuto menjadi 198,415.88 m3/thn, dan usia guna waduk menjadi 56 Tahun. Kemudian dilakukan penanganan gabungan dari kedua metode, maka besaran sedimen menjadi  68,764.01 m3/thn, dan usia guna waduk meningkat menjadi 160 tahun.</note>
 <subject authority="">
  <topic>RESERVOIRS - WATER SUPPLY ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>628.132</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>38351</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-31 08:42:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-16 11:17:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>