Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
ANALISIS KINERJA BUNDARAN (ROUNDABOUT) BANDA ACEH (STUDI KASUS SIMPANG TIGA ULEE LHEUE)
Pengarang
Nurhanisah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1404001010216
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pada umumnya bundaran dengan pengaturan hak jalan (prioritas dari kiri)
digunakan di daerah perkotaan dan pedalaman bagi persimpangan antara jalan
dengan arus lalu-lintas. Pada arus lalu-lintas yang tinggi dan kemacetan pada
daerah keluar simpang bundaran tersebut mudah terhalang yang mungkin
menyebabkan kapasitas terganggu pada semua arah. Simpang tiga pada bundaran
Ulee Lheue Banda Aceh merupakan simpang tak bersinyal yang mempunyai tiga
buah lengan yang menghubungkan Jl. Sultan Iskandar Muda, Jl. Prof. Dr. Ibrahim
Hasan dan Jl. Pelabuhan Lama Ulee Lheue. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kinerja simpang di Bundaran Ulee Lheue yang dinyatakan dengan
nilai kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (DT), dan peluang antrian
(QP%). Kinerja simpang dinyatakan masih baik (ideal), apabila nilai DS ? 0,75.
Kinerja simpang pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan Manual
Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI: 1997). Survey lalu-lintas dilakukan pada hari
Senin 2 Oktober 2017, hari Kamis 5 Oktober 2017, dan hari Minggu 8 Oktober
2017. Berdasarkan data arus lalu-lintas yang didapatkan dari ketiga hari survey
diperoleh volume jam puncak tertinggi terjadi pada hari Minggu tanggal 8
Oktober 2017 sebesar 5357 smp/jam. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh,
maka didapat nilai kapasitas bundaran 3980 smp/jam, tundaan bundaran 14,557
det/jam, peluang antrian 52%-99%, dan nilai derajat kejenuhan 1,075.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan nilai derajat kejenuhan lebih
besar dari 0,75 yang menandakan kinerja simpang ini sudah berada diatas jenuh
atau bundaran dalam keadaan tidak baik, sehingga perlu adanya manajemen arus
lalu-lintas pada saat jam puncak terutama jam puncak pada hari minggu.
Kata kunci : Jalinan Bundaran, MKJI:1997
Tidak Tersedia Deskripsi
PERENCANAAN BUNDARAN PADA SIMPANG TAK BERSINYAL SIMPANG PUNGE BANDA ACEH (Itahanna, 2020)
ANALISIS EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG (EMP) UNTUK LALU LINTAS CAMPURAN PADA BUNDARAN LAMBARO BERDASARKAN WAKTU OKUPANSI DAN KOMPOSISI KENDARAAN (T. DIDI ROSADI, 2019)
MANAJEMEN SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN MENGGUNAKAN BUNDARAN (Dewi Fujiarti, 2023)
OPTIMALISASI GEOMETRIK DAERAH JALINAN BUNDARAN (ROUNDABOUT) SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN PENDEKATAN METODE SIMULASI VISSIM 6.00-02 (DEFRY BASRIN, 2017)
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK-BERSINYAL DAN BUNDARAN MENGGUNAKAN ARUS IDEAL (MUHAMMAD AZKIA AGUSSA, 2016)