Perkuatan Dinding Beton Bertulang Sebagai Alternatif Mengurangi Drift Pada Bangunan Tidak Simetris | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

Perkuatan Dinding Beton Bertulang Sebagai Alternatif Mengurangi Drift Pada Bangunan Tidak Simetris


Pengarang

Sarwo Edhi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0804101010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

624.183 41

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gempa April 2012 telah memberi kerusakan pada beberapa bagian struktur gedung BRI Kanwil Aceh terutama sehubungan dengan kemampu-dayalayanan (serviceability). Untuk mengatasi kerusakan pada gempa selanjutnya, diperlukan perkuatan tambahan, salah satunya dengan dinding beton bertulang. Tujuan perencanaan ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan dinding beton bertulang kepada sebuah Sistem Rangka Ganda tak beraturan geometri. Objek penelitiannya gedung BRI Kanwil Aceh berlantai 7 dengan ketinggian dari struktur dasar 29,850 m. Gedung didesain dengan asumsi, kondisi tanah sedang, dan analisis gempa menggunakan metode spektrum respon (SNI 1726 2002 dan SNI 1726 2010) periode gempa 500 tahunan. Analisis struktur diperbantukan piranti analisa elemen hingga SAP2000 dengan metode analisis elastis sederhana. Dinding yang digunakan memiliki tebal 30 cm pada dua variasi penempatan yaitu Variasi 1 (titik 5-6 pada portal F dan titik E-D pada portal 7) dan Variasi 2 (titik 5-6 pada portal F dan titik D-C pada portal 7) dengan tinjauan portal C, F, 5 dan 7. Hasil analisis awal bangunan memperlihatkan kenaikan drift hanya sampai pada lantai 4 sehingga dinding didesain cukup sampai lantai 4. Setelah penambahan perkuatan, Variasi 1 mereduksi perpindahan atap (roof displacement) pada portal 7 lebih besar dengan nilai 28,11% dibandingkan Variasi 2 26,27%. Sedangkan Variasi 2 mereduksi perpindahan atap pada portal C dan F sebesar 32,89 % dan 26,80% dibandingkan dengan Variasi 1 dengan nilai 28,56% dan 22,16%. Jika melihat nilai tersebut, Variasi 2 dianggap lebih mampu mengurangi drift meskipun Variasi 1 lebih mengurangi waktu getar alami bangunan sebesar 9,78% dibanding dengan Variasi 2 yang hanya mengurangi 4,34% dari sebelum perkuatan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK