PENGARUH EROSI LAHAN TERHADAP ANGKUTAN SEDIMEN MELAYANG (SUSPENDED LOAD) DI DAS KRUENG MONTARA KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH EROSI LAHAN TERHADAP ANGKUTAN SEDIMEN MELAYANG (SUSPENDED LOAD) DI DAS KRUENG MONTARA KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

juan indra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1004101010119

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sungai Krueng Montara memiliki hulu di Glee Meuseungit dan bermuara di Samudera Hindia. DAS Krueng Montara memiliki sungai utama sepanjang 8,993 km, dan terdiri atas 3 anak sungai (SubDAS) yaitu Krueng Tgk. Sukri, Alue Ceuko dan Krueng Montara. Keberadaan Sungai Krueng Montara sangatlah vital, karena sungai ini menjadi sumber irigasi untuk mengairi persawahan yang ada di kecamatan tersebut. Salah satu permasalahan yang timbul di DAS Krueng Montara adalah tingginya laju erosi lahan. Penelitian erosi dan sedimentasi dilakukan pada bulan Juli – Agustus selama 1 bulan atau 10 hari hujan (dipilih yang terlampaui terlebih dahulu). Pengukuran erosi dilakukan dengan menggunakan rumus USLE, salah satu parameter dari rumus tersebut yaitu indeks erosivitas, dihitung dengan mengukur curah hujan secara langsung di lapangan, sedangkan penelitian tentang sedimen pada DAS Krueng Montara ini hanya dikhususkan pada sedimen melayang saja (suspended load). Hasil dari penelitian ini adalah laju erosi lahan dan besarnya debit sedimen melayang (suspended load) dalam suatu kejadian hujan, dari kedua hasil tersebut dicari hubungan antara laju erosi lahan dan debit sedimen melayang, dalam bentuk model-model regresi, yaitu : regresi linier, regresi berpangkat (power) dan regresi eksponensial. Hasil dari ketiga model regresi tersebut dipilih satu model regresi yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model hubungan erosi dan sedimen melayang (suspended load) yang terbaik berupa model hubungan regresi berpangkat (power), yang persamaannya Qs = 6,7953A1,8791 dengan R² = 0,8786 atau 87% dan mendekati 1, yang berarti persamaan ini bisa digunakan untuk menghitung nilai sedimen di lapangan, dengan melihat data dari nilai erosi maupun sebaliknya. Selain melalui regresi, hubungan erosi (A) dan sedimen melayang (Qs) DAS Krueng Montara dicari dengan cara menghitung rasio sedimen melayang (Qs). Berdasarkan perhitungan, koefisien rasio Qs rata-rata di DAS Krueng Montara adalah 0,00233.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK