KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POLA BILANGAN DI KELAS VIII MTSN MODEL BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI POLA BILANGAN DI KELAS VIII MTSN MODEL BANDA ACEH


Pengarang

MILA FURRAHMAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1306103020086

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Berpikir kritis adalah suatu aktivitas mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Berfikir kritis bertujuan untuk membuat keputusan yang masuk akal, sehingga sehingga keputusan yang dianggap terbaik akan dilakukan dengan benar. Namun, pada kenyataannya kemampuan berpikir kritis matematika siswa masih belum memuaskan. Hal tersebut disebabkan karena siswa masih lemah dalam menyelesaikan soal non rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi pola bilangan di kelas VIII-9 MTsN Model Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 36 siswa kelas VIII-9 MTsN Model Banda Aceh. Data penelitian diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis yang diperkuat dengan wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif, sedangkan hasil tes kemampuan berpikir kritis dinilai berdasarkan pedoman penilaian kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 36 orang siswa terdapat 16 (45%) orang siswa masuk dalam kriteria kemampuan berpikir kritis tinggi, 13 (36%) orang siswa masuk dalam kriteria kemampuan berpikir kritis sedang , dan 7 (19%) orang siswa masuk dalam kriteria kemampuan berpikir kritis rendah. Siswa dikatakan memiliki kemampuan berpikir kritis pada kategori tinggi, karena melalui tahap klarifikasi, assessment dan inferensi. Siswa pada kategori sedang, hanya melalui tahap klarifikasi dan assessment, sedangkan siswa pada kategori rendah, hanya melalui tahap klarifikasi saja.

Kata Kunci : berpikir kritis, kemampuan berpikir kritis, pola bilangan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK