Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI TOKSISITAS AKUT DARI EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT AKAR BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) STRAIN WISTAR JANTAN
Pengarang
AULIA RIZKI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1407101010073
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Tumbuhan biduri (Calotropis gigantea L.) merupakan tumbuhan yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Tumbuhan dari famili Asclepiadaceae ini memiliki khasiat sebagai antikanker, demam, penyakit kulit, perangsang muntah, melancarkan pencernaan, peluruh keringat dan meningkatkan pengeluaran kencing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek toksisitas akut penggunaan ekstrak etil asetat kulit akar biduri terhadap gambaran histopatologi ginjal tikus putih setelah pemberian ekstrak tersebut dalam dosis tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap dan menggunakan post-test only with control group design. Hewan coba yang digunakan adalah 24 ekor tikus putih strain wistar jantan yang dibagi menjadi 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol hanya diberikan CMC 1%, sedangkan kelompok perlakuan diberikan ekstrak etil asetat kulit akar biduri dengan dosis 1000 mg/200grBB, 2500 mg/200grBB dan 5000 mg/200grBB. Ekstrak diberikan secara oral dengan hanya satu kali pemberian pada hari pertama dan diamati jumlah kematian hewan coba selama 24 jam serta pada hari ke-15 diterminasi untuk diambil organ ginjal. Hasil penelitian menunjukkan nilai LD50 ekstrak etil asetat kulit akar biduri adalah lebih besar dari 5000 mg/200grBB. Hasil penelitian untuk derajat kerusakan ginjal ditentukan menggunakan kriteria Mitchel kemudian dianalisa menggunakan uji ANOVA didapatkan perbedaan yang signifikan dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc Duncan diperoleh antar kelompok perlakuan P1, P2, P3 dan K memiliki perbedaan yang bermakna. Dengan demikian, ekstrak etil asetat kulit akar biduri dikategorikan relatif kurang berbahaya tetapi dapat merusak sel ginjal sesuai dengan tingkatan dosis yang diberikan.
Kata kunci: Calotropis gigantea L., LD50, histopatologi ginjal
Tidak Tersedia Deskripsi
UJI TOKSISITAS SUBAKUT EKSTRAK N-HEKSANA KULIT AKAR BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) TERHADAP PROFIL HEMATOLOGI DAN BIOKIMIA DARAH TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS) (ABDUL RAHMAN, 2019)
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK METANOL KULIT AKAR BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) (KARINA TANTRI, 2018)
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETIL ASETAT BUNGA BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) (A. Yasinia Ayu Laisni, 2023)
ISOLASI SENYAWA TERPENOID EKSTRAK ETIL ASETAT KULIT AKAR BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) (HERDINA FITRIA, 2018)
ANALISIS TOKSISITAS DAN HISTOLOGI DARI EKSTRAK BONGGOL NANAS(ANANAS COMOSUS) PADA TIKUS WISTAR JAMTAN(RATTUS NORVEGICUS (Irfan Qari Fazil, 2025)