Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
MODEL TIME-COST TRADE-OFF PADA PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA DAN PLESTERAN DI KABUPATEN BIREUEN
Pengarang
DINA FADHILAH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1304101010133
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pada proyek konstruksi, faktor biaya, waktu dan mutu merupakan faktor yang paling penting. Dalam praktek di lapangan seringkali dihadapkan berbagai kendala yang menyebabkan bertambahnya waktu pelaksanaan sehingga penyelesaian proyek menjadi terlambat. Oleh karena itu, harus dilakukan percepatan dengan tetap memperhatikan faktor biaya sehingga percepatan dilakukan dengan biaya paling minimum. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan time-cost trade-off dan mengetahui alternatif percepatan yang sering digunakan pada pekerjaan pasangan dinding bata dan plesteran di Kabupaten Bireuen. Model time-cost trade-off akan dikembangkan dari data penyebaran kuisioner kepada direktur, manajer, estimator proyek yang berdomisili di Kabupaten Bireuen. Selain kuisioner, penelitian ini juga menggunakan data sekunder yaitu RAB yang diperoleh dari responden. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa regresi linear sederhana. Model yang dihasilkan untuk pekerjaan pasangan dinding bata adalah c = 41.091.332 – 893.541d dengan crash duration (Dc) adalah 6 hari. Oleh karena itu, percepatan maksimum yang dapat dilakukan adalah 4 hari (40% dari durasi normalnya) dan biaya tambahan maksimum sebesar 11,42% dari biaya normal dengan biaya tambahan perhari (cost slope) adalah 2,86% dari biaya normal. Pada pekerjaan plesteran dihasilkan persamaan c = 37.677.223 – 712.745d dengan crash duration (Dc) adalah 5 hari. Sehingga percepatan maksimum yang dapat dilakukan adalah 5 hari (50% dari durasi normalnya) dan biaya tambahan maksimum sebesar 11,84% dari biaya normal dengan biaya tambahan perhari (cost slope) adalah 2,37% dari biaya normal. Dari 50 responden yang diteliti menunjukkan adanya tambahan biaya pelaksanaan akibat percepatan durasi. Metode percepatan yang paling sering digunakan pada pekerjaan pasangan dinding bata dan plesteran adalah penambahan tenaga kerja.
Kata Kunci: Time-Cost Trade-Off, percepatan durasi kegiatan, tambahan biaya, pekerjaan pasangan dinding bata, pekerjaan plesteran, Kabupaten Bireuen
Tidak Tersedia Deskripsi
STUDI KEMAMPUAN KUAT GESER HORIZONTAL DINDING BATA KERTAS PADA KONDISI TERLINDUNG DAN KONDISI TIDAK TERLINDUNG (Arya Hisma Maulana, 2024)
STUDI KUAT LENTUR DINDING BATA KERTAS PADA KONDISI TERLINDUNG DAN TIDAK TERLINDUNG (Deni Rezky, 2024)
STUDI KAPASITAS GESER DIAGONAL DINDING BATA KERTAS PADA KONDISI TERLINDUNG DAN TIDAK TERLINDUNG (Meidil Aqsa, 2024)
STUDI KAPASITAS TEKAN DINDING BATA KERTAS PADA KONDISI TERLINDUNG DAN TIDAK TERLINDUNG (Raja Doa Ridha saputra, 2024)
STUDI KOMPARASI PRODUKTIVITAS PEKERJA KONSTRUKSI DI LAPANGAN DENGAN ANALISA SNI 2007RN(STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PERWAKILAN BADAN PEMERIKSARN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA) (Ridha Uddin, 2024)