<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="38119">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA KEBUTUHAN TULANGAN PONDASI TAPAK PADA BANGUNAN GEDUNG PERKANTORAN DI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>PUTRA BANNA RISKI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Bangunan gedung merupakan buah karya manusia yang dibuat untuk menunjang&#13;
kebutuhan hidup manusia, baik sebagai tempat bekerja, usaha, perkantoran,&#13;
hunian, serta sarana lainnya sesuai kebutuhan masyarakat secara efesien dalam&#13;
segala keterbatasan sumber daya. Salah satu sumber daya yang sangat penting&#13;
yaitu biaya. Anggaran biaya sebuah bangunan gedung dianalisis dengan sejumlah&#13;
metode, salah satunya menggunakan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP)&#13;
2013. Standar ini berbasis pada Peraturan Menteri NO.11/PRT/M2013. Dalam&#13;
menganalisis harga satuan pekerjaan beton bertulang, terdapat sejumlah AHSP&#13;
yang langsung menggabungkan kebutuhan material beton, besi, dan bekisting&#13;
dalam AHSP komponen beton bertulang, seperti untuk pondasi, sloof, kolom,&#13;
balok, dinding. Pada analisa AHSP 2013, kebutuhan tulangan pondasi tapak&#13;
dinyatakan sebesar 150 kg/m³ beton. Penelitian ini ditujukan untuk memberi&#13;
informasi seberapa besar kebutuhan volume beton bertulang dan juga memberikan&#13;
informasi sejauh mana standar AHSP terkait pondasi tapak beton bertulang dapat&#13;
diberlakukan dalam menghitung biaya bangunan. Proses peneltian diawali dengan&#13;
pengumpulan data sekunder untuk tiap gedung yang berisikan gambar bestek&#13;
bangunan. Dari hasil analisis data diperoleh hasil bahwa rasio kebutuhan tulangan&#13;
pondasi tapak untuk Gedung Bina Marga sebesar 238,65 kg/m³, untuk Kantor&#13;
Camat Indra Jaya, Aceh Jaya sebesar 193,03 kg/m³, untuk Kantor IFK- Kota&#13;
Sabang sebesar 234,73 kg/m³, untuk Gedung Farmasi Jantho Aceh Besar sebesar&#13;
68,81 kg/m³, dan Gedung Puskesmas Simpang Tiga Jantho 238,65 kg/m³. Rasio&#13;
rata-rata yang diperoleh dari kelima gedung sebesar 180,83 kg/m³. Hasil analisis&#13;
memperlihatkan bahwa 15 % lebih besar dari standar AHSP 2013 pondasi tapak&#13;
beton bertulang&#13;
Kata kunci : komponen struktural, beton bertulang, tulangan, gedung, pondasi&#13;
tapak.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>38119</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-24 21:15:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-02-02 11:19:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>