INTERPRETASI DATA GRAVITASI DI LAPANGAN PANAS BUMI DESA LOKOP KECAMATAN SERBA JADI, ACEH TIMUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

INTERPRETASI DATA GRAVITASI DI LAPANGAN PANAS BUMI DESA LOKOP KECAMATAN SERBA JADI, ACEH TIMUR


Pengarang

Rexi Adita Surya - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1308102010003

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Survei metode gravitasi telah dilakukan untuk memprediksi struktur bawah permukaan di lapangan panas bumi Desa Lokop Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur, Provinsi Aceh. Data percepatan gravitasi diukur dengan gravitimeter CG-5 AutoGrav Scientrex. Pengukuran data dilakukan pada 49 stasiun yang terdistribusi merata di area seluas 10 x 10 km persegi. Data yang diperoleh kemudian dikoreksi dengan beberapa koreksi standar seperti koreksi pasang surut, koreksi kelelahan alat, koreksi lintang, koreksi udara bebas, koreksi Bouguer, dan koreksi terrain sehingga diperoleh anomali Bouguer lengkap. Nilai anomali Bouguer lengkap merupakan refleksi dari variasi densitas material penyusun struktur di bawah permukaan. Oleh karena itu, data anomali Bouguer lengkap digunakan untuk pemodelan 2D secara maju menggunakan perangkat lunak Grav2DC. Hasil pemodelan menunjukan adanya struktur yang terasosiasi sebagai sistem panas bumi bahwa batuan penyusun daerah tersebut terdiri dari metasedimen (? = 2.6 gr/cm3 - 2.57 gr/cm3). Di atas batuan metasedimen tersebut terdapat alluvium (? = 1.7 gr/cm3) dan piroklastik (? = 2.1 gr/cm3 - 2.3 gr/cm3). Di bawah batuan metasedimen terdapat batuan intrusi granitik (? = 2.8 gr/cm3 - 3.1 gr/cm3). Dalam sistem panas bumi batuan intrusi berfungsi sebagai sumber panas, batuan metasedimen diduga sebagai aquifer, dan batuan alluvium diduga sebagai caprock (batuan penudung). Pada bagian tengah dari model tersebut terdapat sesar yang berfungsi sebagai pengontrol sistem hidrologi di lokasi penelitian.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK