Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALSIIS SPASIAL KARAKTERISTIK FISK DAS TERHADAP UPAYA MITIGASI BENCANA BANJIR PADA DAS KRUENG MEUREUBO
Pengarang
Indra Syahputra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1209200140026
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Program Studi Magister Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
363.349 36
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Karakteristik dari DAS meliputi variabel-variabel; luas DAS, kemiringan DAS, bentuk DAS, ketinggian DAS dan tata guna lahan. Berdasarkan permasalahan banjir yang sering terjadi pada DAS Krueng Meureubo. Dengan tujuan penelitian adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh Karakteristik Fisik suatu DAS terhadap bencana banjir. (2) Membuat peta updating banjir DAS Krueng Meureubo dan Merekomendasikan upaya mitigasi yang dapat dilakukan dalam bencana banjir yang terjadi pada DAS Krueng Meurebo. Penelitian ini menggunakan metode data spasial dan pengolahan data skunder masing-masing parameter penentu dalam analisis banjir pada DAS Krueng Meureubo dengan melakukan Overlay (tumpang susun) pada Arcgis dekstop. Kondisi banjir dipengaruhi oleh enam faktor utama, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, kerapatan aliran, dan kondisi tutupan vegetasi dan bentuk DAS. Berdasarkan data dari keenam faktor atau parameter tersebut, maka dapat dilakukan pemodelan banjir di suatu DAS. Hasil Penelitian menunjukkan DAS Krueng Meureubo memiliki lima kelas limpasan, yaitu sangat rendah, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi dengan range bobot terendah 115 -179 dan range bobot tertinggi 375 – 439 dengan Karakteristik DAS Krueng Meureubo memiliki bentuk DAS bulu burung, yang berukuran luas DAS 1,961,53 Km2 dengan elevasi ketinggian dataran terendah 0 dpl dan elevasi tertinggi pada 2.790 dpl dengan indeks kerapatan sungai sebesar 1,067 Km, dengan nilai indek kerapatan sungai terendah berada pada SUB DAS Krueng Meureubo Hilir dengan nilai 0,641 Km2/Km dan Indek tertinggi pada Sub DAS Krueng Alue Baro dengan nilai 1,098 Km2/Km. Berdasarkan hasil peta upadeting banjir yang telah dibuat maka upaya mitigasi yang dapat dilakukan adalah (1) Teknik Pengendalian Banjir, (2) Peringatan Dini Banjir, (3) Rehabilitasi Hutan dan Lahan, dan (4) Kearifan Lokal.
Kata kunci : Curah Hujan, Gradien, Kerapatan Drainase, Tata Gunan Lahan, Banjir
Tidak Tersedia Deskripsi
KAJIAN MITIGASI BENCANA BANJIR KECAMATAN LHOKSUKON KABUPATEN ACEH UTARA (ALFIANA SARI IQLIMA, 2024)
KAJIAN RISIKO BENCANA BANJIR DI KABUPATEN BIREUEN UNTUK STRATEGI MITIGASI BENCANA (Ulfi Rahmah, 2024)
ANALISIS PEMETAAN KAWASAN RAWAN BANJIR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KRUENG MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT (Muhammad Sani, 2016)
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI GAMPONG TELUK AMBUN KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL (Nurmimah, 2021)
PERAN KEUCHIK DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI GAMPONG LUTHU DAYAH KRUENG KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN ACEH BESAR (FITRI MAILISA, 2021)