Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS SPASIAL PENYEBARAN ISPA DENGAN MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING (STUDI KASUS : KECAMATAN BAITURRAHMAN, LUENG BATA DAN KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
Gusrini Hibriyanti - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1208107010058
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yaitu infeksi yang menyerang saluran pernafasan manusia yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, prevelensi ISPA pada tahun 2008 sebesar 50,91% dan pada tahun 2009 sebesar 46,8% juga menjadi urutan terbanyak dari 10 jenis penyakit menular. Kasus penderita ISPA yang paling banyak terdapat di Puskesmas Baiturrahman, Puskesmas Batoh dan Puskesmas Kuta Alam berdasarkan rekapitulasi kasus per desa pada masing-masing puskesmas tersebut, terdapat lebih dari 200 kasus penderita pneumonia tiap tahunnya. Dengan tujuan melakukan analisa spasial pola pengelompokkan penyakit ISPA di Kecamatan Baiturrahman, Kecamatan Kuta Alam dan Kecamatan Lueng Bata maka dilakukan analisis spasial pengelompokkan ISPA dengan menggunakan metode K-Means Clustering dan Elbow Criterion. Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat membantu membuat peta yang informatif mengenai penyebaran penyakit ISPA dengan menggunakan Grouping Analysis. Dalam penelitian ini, hasil yang diperoleh yaitu cluster ISPA pada Kecamatan Baiturrahman, Kuta Alam dan Lueng Bata dibagi menjadi 3 kategori, yaitu Cluster 1, Cluster 2 dan Cluster 3. Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi ISPA, yaitu faktor jalan raya, sungai dan pendidikan orang tua. Adapun kesimpulan yang didapat dari hasil penelitian adalah secara visual tidak terlihat hubungan keterkaitan antara cluster ISPA pada 3 kecamatan tersebut dengan cluster pendidikan dan juga tidak terlihat hubungan cluster ISPA dengan jarak rata-rata desa ke jalan raya pada Kecamatan Baiturrahman dan Lueng Bata. Sedangkan pada kecamatan Kuta Alam adanya hubungan terbalik antara jarak rata-rata desa ke jalan raya.
Kata Kunci : SIG, ISPA, K-Means Clustering, Euclidean Distance, Elbow Criterion dan R Software
Tidak Tersedia Deskripsi
IMPLEMENTASI MARKOV CHAIN DALAM PREDIKSI KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA BANDA ACEH (SALEHA SIREGAR, 2024)
IDENTIFIKASI EFEK SPASIAL PADA ANEMIA REMAJA DI KOTA BANDA ACEH (Farazilla Ummaira, 2018)
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGANRNKEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUTRNPADA ANAK BALITA YANG BERKUNJUNGRNKE PUSKESMAS KUTA ALAMRNBANDA ACEH (fatimah sarah, 2014)
ANALISIS BEBERAPA SIFAT AIR SUMUR PASCA TSUNAMI DI KAWASAN BANDA ACEH (Rahmi Wahyuni Buang, 2024)
PERENCANAAN KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) DENGAN METODE K-MEANS CLUSTERING DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS KECAMATAN KUTA ALAM, KECAMATAN SYIAH KUALA, KECAMATAN ULEE KARENG) (PUAN AMIRRHA RAISA, 2025)