<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="37835">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KETEBALAN IRISAN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL) PADA PROSES PENGERINGAN MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TIPE HOHENHEIM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdul Hanif</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Kunyit berpotensi untuk diolah menjadi bahan baku obat-obatan serta manfaat lainnya dalam bentuk simplisia. Salah satu tahapan penting dalam pengolahan simplisia kunyit adalah proses pengeringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui pengaruh ketebalan irisan kunyit terhadap mutu simplisia pada proses pengeringan menggunakan alat pengering tipe Hohenheim.&#13;
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah satu unit alat pengering surya tipe Hohenheim, timbangan analitik, pisau, humidity meter, termometer, solari meter, alat pengirisan, cawan, dan oven. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 9 kg kunyit yang diperoleh dari produksi petani kunyit di Desa Blangtiengkeum Kemukiman Lamteuba Kabupaten Aceh Besar.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial. Perlakuan yang diberikan adalah variasi ketebalan irisan kunyit yaitu ketebalan irisan 3 mm, 4 mm dan 5 mm. Parameter penelitian ini meliputi iradiasi surya, suhu, kelembaban relatif, rendemen, kadar air, karatenoid, vitamin C, warna dan uji organoleptik hedonik terhadap warna dan aroma. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan Analysis of variance (ANOVA).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata iradiasi surya selama proses pengeringan adalah 417 W/m2. Rata-rata suhu ruang pengering adalah 55,22 °C (pada jarak 50cm dari absorber), 54,67 °C (pada jarak 150cm dari absorber), dan 54,78 °C (pada jarak 250cm dari absorber). Sedangkan suhu rata-rata lingkungan alat pengering adalah 37,67°C.      Kelembaban relatif dalam ruang pengering (16%) jauh lebih rendah dari kelembaban relatif lingkungan (27,9%). Berdasarkan analisis sidik ragam variasi ketebalan irisan kunyit berpengaruh sangat  nyata (p</note>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL MACHINERY</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>37835</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-11 14:25:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-12-14 09:20:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>