AKULTURASI DALAM TRADISI MEUGANG (STUDI DESKRIPTIF PADA MASYARAKAT GAMPONG JAWA KECAMATAN KUTA RAJA BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

AKULTURASI DALAM TRADISI MEUGANG (STUDI DESKRIPTIF PADA MASYARAKAT GAMPONG JAWA KECAMATAN KUTA RAJA BANDA ACEH)


Pengarang

Astari Mulyana Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1010102010082

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul Akulturasi dalam Tradisi Meugang (Studi Deskriptif pada Gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh). Tujuan penelitian untuk mengetahui akulturasi dalam tradisi meugang pada masyarakat gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh dan untuk mengetahui nilai sosial, budaya, dan agama dalam tradisi meugang pada masyarakat Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori interaksi simbolik. Pendekatan yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Objek penelitian dalam penelitian ini, yaitu akulturasi dalam tradisi meugang sedangkan subjeknya yaitu masyarakat dari latar belakang budaya lain seperti Jawa, Batak, Padang, serta lainnya dan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), budayawan dan masyarakat Aceh. Kriteria pemilihan informan Masyarakat dari budaya lain yang menetap di Gampong Jawa selama satu tahun, memiliki pengetahuan tentang tradisi meugang dan ikut melaksanakan tradisi meugang. Pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Dari penelitian ini diperoleh hasil Proses akulturasi dalam tradisi meugang masyarakat gampong Jawa Kecamatan Kuta Raja Kota Banda Aceh terjadi dalam jangka waktu yang panjang setelah melewati berbagai penyesuaian diri yang dilakukan masyarakat pendatang dengan masyarakat Aceh sebagai masyarakat pribumi. Tahapan proses akulturasi juga tidak terlepas dari komunikasi personal yang terjadi antara masyarakat pendatang dari budaya lain dengan masyarakat Aceh, komunikasi sosial yang terjadi serta lingkungan komunikasi. Nilai sosial, budaya dan agama yanag terkandung dalam tradisi meugang terlihat dari proses meugang. Masyarakat pada hari meugang cenderung saling berbagi dengan sesama dalam menyambut perayaan hari meugang. Saling berbagi makanan di hari meugang menjadi nilai sosial yang memberikan makna saling menolong dengan sesama.




Kata Kunci : Akulturasi, Tradisi, Meugang, Gampong Jawa

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK