PERNIKAHAN ANTAR AGAMA ( STUDI FENOMENOLOGI PADA KONVERSI AGAMA KARENA MENIKAH DI KECAMATAN SIDIKALANG, SUMATERA UTARA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERNIKAHAN ANTAR AGAMA ( STUDI FENOMENOLOGI PADA KONVERSI AGAMA KARENA MENIKAH DI KECAMATAN SIDIKALANG, SUMATERA UTARA)


Pengarang

RIRIS.S.SIJABAT - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310101010135

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Sidikalang mempunyai keberagaman agama, dua diantaranya agama paling banyak pemeluknya yaitu Islam dan Kristen.Keberagaman serta kerukunan tersebut melahirkan suatu kondisi dimana lahirnya sebuah fenomena didalam masyarakat, yaitu pindah agama atau yang dikenal dengan istilah konversi agama.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor penyebabterjadinya konversi agama (pindah agama menjadi Islam ) di kecamatan Sidikalang dan untuk memperoleh gambaran umum mengenai kehidupan rumah tangga bagi mereka yang melakukan konversi agama karena menikah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Subjek penelitian ini sebanyak 8 orang, 4 perempuan yang melakukan konversi agama, 1 laki-laki yang menikah dengan perempuan yang melakukan konversi agama dan 2 orangtua yang memiliki anak yang melakukan konversi agama dan 1 orang tokoh Agama Kristen.Lokasi peneltian ini adalah di Kecamatan Sidikalang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi.Schutz (1967) beranggapan bahwa dunia sosial keseharian senantiasa merupakan sesuatu yang intersubjektif dan pengalaman penuh dengan makna. Schutz meletakkan hakikat kondisi manusia dalam pengalaman subjektif dalam bertindak dan mengambil sikap terhadap dunia kehidupan sehari-hari. Schutz mengikuti Husserl dengan menyatakan bahwa proses pemahaman aktual kegiatan kita dan memberi makna padanya, dapat dihasilkan melalui refleksi atas tingkah laku.Dengan demikian, fenomena yang ditampakkan oleh individu merupakan refleksi dari pengalaman transendental dan pemahaman tentang makna atau verstehen tersebut (Collin, 1997). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa faktor penyebab konversi agama adalah hamil diluar nikah, toleransi dan kerukunan agama yang tinggi, pengaruh orang terdekat dan ikatan marga.

Kata Kunci: Konversi Agama, Menikah

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK