PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) PERORAL TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH SEL OSTEOBLAS PADA FRAKTUR TIBIA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN STRAIN WISTAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA L.) PERORAL TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH SEL OSTEOBLAS PADA FRAKTUR TIBIA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) JANTAN STRAIN WISTAR


Pengarang

Saftharini Daramiana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1407101010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fraktur merupakan gangguan pada tulang yang umumnya disebabkan oleh trauma. Fraktur telah menjadi masalah kesehatan karena menyebabkan gangguan fungsi dan penurunan produktivitas. Pengobatannya yang komplek dan mahal sehingga membutuhkan alternatif guna mengurangi biaya dan mempercepat penyembuhan. Estrogen berpengaruh pada penyembuhan tulang. Buah pare memiliki fitoestrogen yaitu triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak buah pare terhadap penyembuhan fraktur yang dinilai dari peningkatan jumlah sel osteoblas. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental Laboratorik menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan metode Posttest Only Control Design. Hewan coba yang digunakan sebanyak 24 tikus Wistar Jantan yang dibagi menjadi 4 kelompok (n=6) yang difrakturisasi pada Tibia, dilanjutkan kelompok K (Kontrol) tidak diberikan ekstrak pare, dan 3 kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak buah pare masing-masing 3 dosis (100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 300 mg/kg BB), kemudian pembuatan preparat histopatologi untuk mengukur jumlah sel osteoblas yang menandakan penyembuhan tulang. Rata-rata hasil pengukuran kelompok K = 39,33; P1 = 58,56; P2 = 77,22 dan P3 = 84,39. Analisis statistik menggunakan uji Shapiro-Wilk menunjukkan data terdistribusi normal dan uji Levene menunjukkan data homogen, uji Anova didapatkan F hitung (17,670) lebih besar dari F tabel (3,10) atau sig (0,05) lebih kecil dari P-Value (0,05). Kesimpulan menunjukkan ekstrak buah pare memiliki pengaruh terhadap pembentukan sel Osteoblas dan uji BNT menunjukkan ekstrak buah pare dosis 300 mg/kgBB memiliki pengaruh yang paling tinggi dibandingkan dengan dosis lainnya.

Kata kunci : fraktur, buah pare, tikus putih, sel osteoblas

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK