UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA (TEN.) STEENIS.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INFEKSI OLEH BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE SECARA IN VIVO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA (TEN.) STEENIS.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INFEKSI OLEH BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE SECARA IN VIVO


Pengarang

MAISYA NABILAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1407101010101

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Healthcare-assosiated Infections (HAIs) merupakan infeksi yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit setelah 48 jam atau lebih. Kejadian HAIs dapat terjadi pada Infeksi Luka Operasi (ILO), salah satunya akibat Klebsiella pneumoniae. Luka infeksi oleh Klebsiella pneumoniae dapat menyebabkan infeksi total yang mampu menghambat proses penyembuhan luka. Proses penyembuhan luka infeksi Klebsiella pneumoniae dapat dipercepat dengan penggunaan tanaman tradisional, yaitu daun Binahong. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian salep ekstrak daun Binahong dan mengetahui konsentrasi salep ekstrak daun Binahong yang paling efektif terhadap penyembuhan luka infeksi Klebsiella pneumoniae pada tikus putih jantan strain wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik posttest only with control group design. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih jantan strain wistar sebanyak 30 ekor yang diberikan perlakuan luka infeksi Klebsiella pneumoniae sepanjang 20 mm pada punggung kanan tikus. Pengelompokan hewan uji menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap yang dibagi menjadi 5 kelompok (n = 6) yaitu perlakuan kontrol positif, kontrol negatif, Salep Ekstrak Daun Binahong (SEDB) 10%, 20% dan 40%. Panjang luka infeksi diukur selama 7 hari seiring dengan perjalanan penelitian. Hasil uji statistik dengan metode ANOVA dan uji beda metode Duncan menunjukkan terdapatnya pengaruh yang bermakna pada setiap kelompok perlakuan dengan aktivitas tertinggi dicapai oleh kontrol positif, SEDB 40%, 20%, 10% dan kontrol negatif.
Kata kunci : Daun binahong, ILO, salep, luka

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK