PROFIL SEL INFLAMASI PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIBERIKAN DAUN KIRINYUH (EUPATORIUM ODORATUM L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PROFIL SEL INFLAMASI PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT KULIT MENCIT (MUS MUSCULUS) YANG DIBERIKAN DAUN KIRINYUH (EUPATORIUM ODORATUM L.)


Pengarang

Misbahul Jannah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1302101010107

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAH HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

PROFIL SEL INFLAMASI PADA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT KULIT MENCIT (Mus musculus) YANG DIBERIKAN
DAUN KIRINYUH (Eupatorium odoratum L.)


ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui profil sel inflamasi pada penyembuhan luka sayat kulit mencit (Mus musculus) yang diberikan sari daun kirinyuh (Eupatorium odoratum L.). Dalam penelitian ini dipergunakan mencit jantan sebanyak 27 ekor, umur ± 8 minggu, dengan berat badan 20-30 gram, yang dibagi secara acak ke dalam 3 kelompok masing-masing 3 ekor. Kelompok I (P0) sebagai kontrol tanpa perlakuan, kelompok II (P1) diberi salap gentamisin, dan kelompok III (P2) diberikan sari daun kirinyuh. Luka sayat dibuat pada punggung mencit sepanjang 2 cm menggunakan skalpel. Perawatan luka dilakukan 2 kali sehari selama 14 hari. Pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-3, 7 dan 14 perlakuan. Sampel kulit dibuat preparat histopatologis dan diwarnai dengan hematoksilin eosin (HE). Parameter penelitian adalah profil sel inflamasi yang diamati di bawah mikroskop dengan perbesaran 1000×. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pada hari ke-3 terlihat sel neutrofil dan limfosit pada kelompok I dan II, pada kelompok III terlihat sel neutrofil. Pada hari ke-7 terlihat sel limfosit dan monosit pada kelompok I dan II sedangkan pada kelompok III terlihat sel neutrofil. Pada hari ke-14 terlihat sel limfosit pada semua kelompok. Hasil penelitian dapat disimpulkan pemberian sari daun kirinyuh dapat memperpendek waktu inflamasi dilihat dari profil sel inflamasi dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan dengan pemberian gentamisin.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK