UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK METANOL KULIT AKAR BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK METANOL KULIT AKAR BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS)


Pengarang

KARINA TANTRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1407101010122

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kulit akar biduri adalah salah satu obat tradisional yang dapat digunakan sebagai perangsang muntah, peluruh kencing, memacu kerja enzim pencernaan, peluruh keringat, disentri, kaki gajah, kusta, TBC, influenza, demam dan penyakit kulit. Kandungan kimia yang terdapat di kulit akar biduri seperti saponin, sapogenin, kalotropin, kalotoksin, uskarin, kalaktin, gigantin dan harsa diduga dapat bersifat toksik bila digunakan dalam dosis tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas akut pada ekstrak metanol kulit akar biduri terhadap gambaran histopatologi hepar tikus putih. Penelitian eksperimen dengan rancangan post-test only with control group design. Sampel berupa 24 ekor tikus putih jantan wistar yang dibagi menjadi 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol hanya diberika CMC 1%, Sedangakan kelompok perlakuan diberikan suspensi sedian uji dengan dosis 1000 mg/200 grBB, 2500 mg/200 grBB dan 5000 mg/200 grBB. Sediaan uji diberikan secara oral dengan hanya satu kali pemberian pada awal masa penelitian. Nilai LD50 ekstrak kulit akar biduri adalah lebih besar dari 5000 mg/200 grBB. Hasil penelitian untuk derajat kerusakan hepar ditentukan menggunakan skor Manja Roenigk kemudian dianalisa menggunakan uji Anova didapatkan p= 0,000. Dilanjutkan dengan uji Post Hoc, diperoleh kelompok L1, L2 dan L3 memiliki perbedaan bermakna dengan kelompok K-. Ekstrak kulit akar biduri dikategorikan relatif tidak berbahaya karena tidak ada kematian hewan coba selama penelitian tetapi dapat merusak sel hepar sesuai dengan tingkatan dosis yang diberikan.
Kata kunci: Kulit akar biduri (Calotropis gigantea), LD50, histopatologi hepar

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK