KORELASI KADAR NEUTROFIL GELATINASE ASSOCIATED LIPOCALIN (NGAL) SERUM DAN ALBUMIN SERUM DENGAN STATUS NUTRISI PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD DR ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KORELASI KADAR NEUTROFIL GELATINASE ASSOCIATED LIPOCALIN (NGAL) SERUM DAN ALBUMIN SERUM DENGAN STATUS NUTRISI PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK (PGK) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD DR ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

dr. Alfi Syahrin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207601020006

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Penerbit

Banda Aceh : Program Pendidikan Dokter Spesialis-1 Ilmu Penyakit Dalam., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.61

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang
Prevalensi penyakit ginjal kronik makin meningkat. Status nutrisi berhubungan dengan prognosis terhadap morbiditas dan mortalitas pada PGK, dan telah dihubungkan dengan peningkatan kadar marker proinflamasi dan penurunan kadar albumin.
Tujuan
Untuk mengetahui kadar NGAL dan albumin serum serta korelasinya dengan status nutrisi pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Metode
Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional pada 40 subjek yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan teknik penelitian purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan kuisioner Subjective Global Assesment (SGA) dan pemeriksaan kadar NGAL serta albumin serum. Data dianalisis dengan menggunakan uji Spearman’s rank correlation.
Hasil
Kadar rata-rata NGAL pada 40 subjek penelitian sebesar 1048,59 dengan nilai SD 387,44. Kadar albumin, nilai minimum sebesar 2,30 g/dl dan maksimum sebesar 4,80 g/dl dengan nilai rata-rata 3,82 g/dl dan SD sebesar 0,62 g/dl, dengan status nutrisi baik 57,5 %, sedang 30%, dan status nutrisi/malnutrisi berat 12,5%. Besar nilai korelasi antara variabel SGA dengan NGAL sebesar -0,141 ( p-value= 0,385). Nilai korelasi SGA dengan albumin sebesar -0,701 (p-value 0,385).
Kesimpulan
Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara SGA dengan kadar albumin serum, tapi tidak terdapat hubungan antara SGA dengan NGAL serum.
Kata Kunci
NGAL, albumin, status nutrisi, penyakit ginjal kronik, hemodialisis

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK