Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGUJIAN SIFAT KONDUKTIVITAS TERMAL PADA ASPAL HOTMIX DAN ASPAL CAMPURAN SEBAGAI ABSORBER UNTUK KOLEKTOR
Pengarang
RIDHO RAMADHAN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1304102010128
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Energi matahari merupakan sumber energi dunia dan energi terbarukan yang bisa di manfaatkan untuk kehidupan di bumi. Manfaat lain dari energi panas matahari adalah sebagai alat pengeringan. Pemanfaatan energi panas matahari yang di serap oleh aspal dimanfaatkan untuk menjemur biji kakao, padi, kopi dan sebagainya. Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai konduktivitas yang besar pada aspal dengan memvariasikan komposisi aspal cair pada aspal hotmix. Manfaat dari penelitian untuk mengetahui nilai konduktivitas pada aspal hotmix maka hasil penyerapan panas dapat dimanfaatkan sebagai alat pengering dan dapat meningkatkan efektivitas dalam proses pengeringan.Pengujian dilakukan pada spesimen dengan dimensi 200mm x 250 mm dengan komposisi aspal hotmix. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat heat insulation, dengan sumber panas yang berasal dari lampu filament dengan daya 150w.Hasil yang di peroleh diukur dengan thermocouple type K yang di tempatkan di sisi dalam dan sisi luar aspal cetakan. Dari hasil pengujian diperoleh besaran nilai konduktivitas pada aspal hotmix adalah 15,19 W/m°Cdengan persentase aspal cair 5%, 15,23 W/m°Cdengan persentase aspal cair 10%, 15,43 W/m°Cdengan persentase aspal cair 15%, 15,74 W/m°Cdengan persentase aspal cair 20%, 15,97 W/m°Cdengan persentase aspal cair 25% dan besaran nilai konduktivitas pada aspal campuran adalah 18,14 W/m°Cdengan persentase aspal cair 10% dan Pasir Besi 5%, 18,22 W/m°Cdengan persentase aspal cair 10% dan Pasir Besi 10%, 18,54 W/m°Cdengan persentase aspal cair 10% dan Pasir Besi 15%, 18,61 W/m°Cdengan persentase aspal cair 10% dan Pasir Besi 20%, 18,83 W/m°Cdengan persentase aspal cair 10% dan Pasir Besi 25% dan 19,93 W/m°Cdengan persentase aspal cair 15% dan Pasir Besi 25%
Kata Kunci : Pengering,Konduktivitas Termal, Aspal Hotmix, Aspal Campuran, dddaadadadaadHeat jInsulation house.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH MATERIAL ABSORBER TERHADAP TEMPERATUR KELUARAN KOLEKTOR SURYA (ABRAAR SHALAHUDDIN, 2019)
TINJAUAN PARAMETER MARSHALL TERHADAP BETON ASPAL DENGAN VARIASI SUHU PENCAMPURAN 150OC, 160 OC DAN 170 OC MENGGUNAKAN ASPAL RETONA BLEND 55 (Farattannur, 2014)
PENENTUAN KADAR ASPAL OPTIMUM (KAO) PADA BETON ASPAL DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK PET (POLYETHYLENE TEREPHTHALATE) 2,7% DAN 6,7% (Chandra Putra Pratama, 2018)
PENENTUAN KADAR ASPAL OPTIMUM (KAO) PADA BETON ASPAL DENGAN PENAMBAHAN PP (POLYPROPYLENE) 2% DAN 6% (Alfat Zainullah, 2018)
ANALISIS PENGGUNAAN POLYPROPYLENE DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KINERJA CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON AC-WC (CUT ROSA BELLA, 2016)