<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="37399">
 <titleInfo>
  <title>PEMBUATAN MIE KERING DARI TEPUNG TALAS (XANTHOSOMA SAGITTIFOLIUM) DENGAN PENAMBAHAN KARAGENAN DAN TELUR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Reza Gunaivi M</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN&#13;
Di Indonesia, mie sudah dianggap sebagai makanan pokok alternatif setelah nasi. &#13;
Untuk pembuatan berbagai macam mie menggunakan bahan utama yaitu tepung terigu &#13;
yang merupakan bahan impor. Untuk meminimalisir ketergantungan tepung terigu, &#13;
diperlukan alternatif lain sebagai bahan pengganti tepung terigu terutama bahan baku lokal &#13;
yaitu umbi talas. Umbi talas dapat diolah menjadi  tepung sebagai bahan baku dalam &#13;
pembuatan mie kering. Pengolahan mie kering berbahan baku tepung talas dapat &#13;
meningkatkan nilai guna produk lokal sehingga dapat mengurangi impor gandum. Mie &#13;
kering tepung umbi talas cenderung memiliki tekstur kurang bagus  dan mudah putus. Oleh &#13;
karena itu diperlukan modifikasi penambahan hidrokoloid dan telur sehingga diharapkan &#13;
menghasilkan mie yang kenyal, tekstur tidak mudah putus dan dapat mempertahankan &#13;
kadar air lebih baik lagi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan umbi talas sebagai bahan baku dalam &#13;
pembuatan mie kering juga mempelajari pengaruh penambahan karagenan dan telur pada &#13;
sifat fisiko kimia dan sifat sensoris mie kering tepung talas yang meliputi warna, aroma, &#13;
kekenyalan, dan rasa. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap &#13;
(RAL) faktorial pola 3 x 3 yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi karagenan (K): &#13;
0,75%, 1% dan 1,25% serta faktor konsentrasi telur (T): 20%, 25% dan 30%. Pengulangan &#13;
dilakukan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27  satuan percobaan. Analisis yang &#13;
dilakukan yaitu organoleptik hedonik (warna, rasa, aroma dan tekstur), kadar air, kadar &#13;
abu,  cooking time, cooking loss  dan daya serap air. Mie dengan perlakuan terbaik akan &#13;
dianalisis kadar lemak, kadar protein, serat kasar, uji karbohidrat dan uji putus.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi karagenan berpengaruh sangat &#13;
nyata (P ? 0,01) terhadap warna, rasa, tekstur, dan cooking loss mie kering.  Peningkatan &#13;
konsentrasi karagenan 1,25% mampu meningkatkan hedonik warna, rasa, dan tekstur mie &#13;
kering serta  cooking loss  dan daya serap air.  Konsentrasi telur berpengaruh sangat nyata &#13;
terhadap warna, rasa, aroma, tekstur, kadar air,  cooking time, cooking loss, dan daya serap air mie kering.  Peningkatan konsentrasi telur 25% mampu meningkatkan hedonik warna, &#13;
rasa, aroma dan tekstur mie kering serta kadar air,  cooking time, cooking loss  dan  daya &#13;
serap air. Adapun Interaksi antara konsentrasi karagenan dan konsentrasi telur berpengaruh &#13;
sangat nyata terhadap warna, rasa,  tekstur, cooking loss dan daya serap air mie kering. Mie &#13;
kering dengan perlakuan terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan konsentrasi karagenan &#13;
1,25% dengan konsentrasi telur 25% (K3T2), yang mana memiliki skor warna 3,05 &#13;
(netral), rasa 3,56 (suka), aroma  4,04 (suka), tekstur 3,69 (suka) kadar air 9,74%; abu &#13;
1,84%; protein 5,02%; lemak 4,43%; serat kasar 1,98%; karbohidrat 77,10%;  cooking time &#13;
5,50%; cooking loss 16,56% dan daya serap air 39,93%.</note>
 <subject authority="">
  <topic>MEMBRANE - CHEMICAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>37399</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-09 08:59:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-12-07 10:40:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>