IDENTIFIKASI LAHAN TAMBANG BATUBARA EKSISTING MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI LAHAN TAMBANG BATUBARA EKSISTING MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH


Pengarang

Tania Anggun Aptina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1308107010022

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Batubara merupakan jenis bahan tambang yang digunakan untuk menunjang
kehidupan manusia, batubara secara langsung dapat dimanfaatkan untuk
pembangkit listrik tenaga uap, industri semen, ketel uap dan briket dalam rumah
tangga. Teknologi penginderaan jauh merupakan metode yang dapat digunakan
untuk pemantauan aktivitas penambangan, teknologi penginderaan jauh
digunakan karena dapat mengetahui suatu kondisi tanpa harus terjun langsung ke
wilayah kajian sehingga dapat menghemat biaya penelitian, dapat menjangkau
semua tempat dan keakuratan relatif tinggi. Objek pada data penginderaan jauh
dapat diamati dengan karakteristik titik, garis dan bentuk daerah yang berbedabeda.
Lahan tambang batubara pada citra landsat 8 RGB 753 dicirikan dengan
adanya lahan yang berwarna jingga sampai dengan merah terang, bentuk lahan
yang tidak beraturan, bertekstur kasar dan terdapat kubangan air yang tidak
beraturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana teknologi
penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengidentifikasi lahan tambang
batubara eksisting di Kabupaten Aceh Barat melalui perhitungan nilai akurasi
yang dihasilkan dari metode klasifikasi terbimbing Maximum Likelihood
Classification (MLC) dan Spectral Angle Mapper (SAM). Luasan lahan tambang
batubara yang dihasilkan metode Maximum Likelihood Classification (MLC)
adalah 74,71 Ha dengan total akurasi 89,00%, nilai akurasi kappa 38,20%.
Luasan lahan tambang yang dihasilkan metode Spectral Angle Mapper (SAM)
adalah 62,73 Ha dengan total akurasi 83,00%, nilai akurasi kappa 13,44%. Total
akurasi hasil klasifikasi menggunakan teknologi penginderaan lebih besar dari
75,00% menunjukkan metode Maximum Likelihood Classification (MLC) dan
Spectral Angle Mapper (SAM) mampu mengidentifikasi lahan tambang batubara
dan non tambang batubara. Berdasarkan nilai akurasi yang dihasilkan dari kedua
metode, metode Maximum Likelihood Classification (MLC) lebih bagus dari pada
metode Spectral Angle Mapper (SAM) dalam mengidentifikasi lahan tambang
batubara eksisting.

Kata kunci : Batubara, Penginderaan Jauh, Maximum Likelihood Classification
(MLC), Spectral Angle Mapper (SAM).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK