PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN PUPUK HAYATI BIOBOOST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL PEMBERIAN PUPUK HAYATI BIOBOOST TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT.)


Pengarang

AHMAD WASHFI KAMAL - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305101050074

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) sudah cukup lama dikenal serta
dikembangkan di Indonesia. Pada umumnya jagung manis adalah komoditas pertanian
yang disukai oleh masyrakat karena memiliki rasa yang manis, enak, mengandung
karbohidrat, protein, vitamin dan rendah lemak. Faktor penting dalam peningkatan
produksi jagung manis adalah salah satunya dengan pemupukan. Pemupukan adalah suatu
usaha pemberian pupuk dengan tujuan menambah unsur hara yang diperlukan tanaman
untuk meningkatan pertumbuhan, produksi dan kualitas tanaman.
Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah
Kuala Darussalam Banda Aceh, yang dilaksanakan pada bulan Juni sampai September
2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak
Kelompok pola faktorial 4 x 3 dengan 3 ulangan. Adapun faktor yang diteliti yaitu
konsentrasi pupuk hayati Bioboost dengan 4 taraf yaitu 0, 20, 40 dan 60 cc/L dan interval
pemberian pupuk hayati Bioboost dengan 3 taraf yaitu 15, 30, dan 45 hari sekali.
Parameter yang diteliti yaitu tinggi tanaman dan diameter batang umur 15, 30, 45 HST,
berat tongkol berkelobot pertanaman, berat tongkol tanpa kelobot pertanaman, diameter
berkelobot pertanaman, diameter tongkol tanpa kelobot pertanaman, panjang tongkol
berkelobot pertanaman, panjang tongkol tanpa kelobot pertanaman dan potensi hasil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk hayati Bioboost pada
parameter pertumbuhan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 15 HST,
diameter batang umur 30 HST, berat tongkol berkelobot, diameter tongkol berkelobot,
berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol tanpa berkelobot, potensi hasil per ha
berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 45 HST, diameter batang 45 HST, panjang
tongkol berkelobot, panjang tanpa kelobot dan berpengaruh tidak nyata pada tinggi
tanaman 30 HST, diameter batang 15 HST. Pada fase vegetatif didapati konsentrasi terbaik
pada perlakuan 60cc/L air, sedangkan pada fase generatif didapati konsentrasi terbaik pada
perlakuan 20cc/L air. Hasil penelitiaan juga menunjukkan interval pemberian pupuk hayati
Bioboost berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter yang diamati. Hasil yang
cenderung lebih baik dijumpai pada perlakuan interval pemberian 30 hari sekali dan
interval pemberian 45 hari sekali. Terdapat interaksi yang tidak nyata antara konsentrasi
pupuk hayati Bioboost dengan interval pemberian pupuk hayati Bioboost pada semua
parameter yang diamati.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK