<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="37179">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN PENGAWET ALAMI DAN LAMA PENYIMPANAN NIRA AREN TERHADAP KUALITAS GULA AREN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Arif Fadhillah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
 &#13;
.Nira adalah cairan yang keluar dari bunga tanaman palma seperti aren, kelapa, nipah, &#13;
siwalan, dan lontar. Penyadapan nira aren merupakan kegiatan fisik untuk memperoleh&#13;
nira aren sebagai bahan baku pembuatan gula aren. Nira aren sebagai bahan yang&#13;
menentukan kualitas gula aren harus diusahakan tidak rusak. Jika nira aren yang digunakan&#13;
sudah mengalami kerusakan maka gula aren yang dihasilkan memiliki kualitas yang&#13;
rendah. Untuk mencegah terjadinya kerusakan nira aren perlu dilakukan usaha untuk&#13;
mengawetkannya. Bahan pengawet yang ditambahkan oleh para petani gula biasanya&#13;
menggunakan natrium metabisulfit dan air kapur. Penggunaan metabisulfit sebagai&#13;
pengawet dapat membahayakan kesehatan serta penggunaan kapur juga dapat &#13;
menghasilkan tekstur gula yang kurang baik. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain&#13;
yang dapat dijadikan sebagai pengawet alami seperti penggunaan kulit batang nangka, kulit&#13;
buah manggis dan daun sirih yang diduga dapat mencegah kerusakan nira aren dan&#13;
menjaga kualitas gula aren.&#13;
Penelitian untuk mempelajari lama penyimpanan nira aren dan kualitas gula aren&#13;
ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor I&#13;
adalah jenis pengawet alami (J) yang terdiri atas 3 taraf yaitu J1 = ekstrak kulit batang&#13;
nangka 10%, J2= ekstrak kulit manggis 5% dan J3= ekstrak daun sirih 5%. Faktor 2 adalah&#13;
lama penyimpanan nira aren (L) yang terdiri dari 3 taraf yaitu L1= 0 hari, L2= 2 hari dan&#13;
L3= 4 hari. Percobaan dilakukan 2 kali ulangan sehingga menghasilkan 18 satuan&#13;
percobaan. &#13;
 &#13;
 &#13;
         &#13;
Senyawa aktif dalam  kulit batang nangka, kulit buah manggis dan daun sirih &#13;
mengandung alkaloid, saponin, triterpenoid, tanin, fenolik, flavonoid, glikosidam dan&#13;
steroid. Senyawa tersebut mengandung zat antimikroba yang kuat.Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa secara umum nilai pH nira aren&#13;
menurun selama penyimpanan. Hasil pengukuran nira aren menunjukkan nilai total asam&#13;
cenderung tinggi dengan jenis pengawet alami daun sirih dan lama penyimpanan pada hari&#13;
ke 4 (J3L3) dengan nilai 0,12% dan nilai total mikroba tertinggi diproleh pada jenis&#13;
pengawet  daun sirih pada lama penyimpanan 0 hari (J3L1) yaitu 9,3x10&#13;
 CFU/ml. Selain&#13;
itu nilai kadar gula reduksi nira aren tertinggi diperoleh pada jenis pengawet kulit buah&#13;
manggis dengan konsentrasi 5% pada lama penyimpanan 4 hari (J2L3) yaitu dengan nilai&#13;
8,97%. Analisis gula aren menunjukkan total padadatan terlarut yang tinggi diperoleh pada&#13;
jenis pengawet kulit batang nangka pada lama penyimpanan nira aren 4 hari (J3L3) yaitu&#13;
18,45, nilai kadar gula reduksi gula aren tertinggi diperoleh pada jenis pengawet kulit&#13;
manggis pada lama penyimpanan 4 hari (L3J2) yaitu dengan nilai 4,68%,  nilai kadar air&#13;
gula aren tertinggi pada jenis pengawet daun sirih pada lama penyimpanan nira aren 4 hari&#13;
(J1L3) yaitu dengan nilai 9,30%.. Selain itu kadar abu cenderung tinggi pada gula aren&#13;
dengan jenis pengawet alami daun sirih (J3) dan lama penyimpanan nira aren pada hari ke&#13;
2 dengan nilai 1,99%, sedangkan nilai kadar abu gula aren terendah diperoleh pada jenis&#13;
pengawat alami manggis (J2) dan lama penyimpanan 2  hari dengan nilai 1,70%.  Nira aren&#13;
terbaik diproleh pada penambahan pengawet kulit batang nangka pada konsentrasi 10%&#13;
yang menhasilkan pH 6,24, kadar gula reduksi 2,92% dan gula aren terbaik juga diperoleh&#13;
pada penambahan pengawet kulit batang nangka yang menghasilkan kadar air 2,74%., total&#13;
padatan terlarut 18,45 derajat brix, dan kadar gula reduksi 1,71%.</note>
 <subject authority="">
  <topic>CHEMICAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FOOD PRODUCT</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>37179</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-07 11:30:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-11-28 09:41:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>