HUBUNGAN STUNTING DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK USIA 9-12 TAHUN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 IDI RAYEUK KABUPATEN ACEH TIMUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN STUNTING DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK USIA 9-12 TAHUN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 IDI RAYEUK KABUPATEN ACEH TIMUR


Pengarang

Muazzin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1407101010013

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama karena asupan makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Seorang anak dikatakan stunting apabila Z-score < -2SD dan several stunting apabila Z-score < -3SD dan normal apabila Z-score ? -2 SD sampai +2 SD. Berdasarkan data RISKESDAS 2013, prevalensi stunting pada anak usia 5-12 tahun di indonesia sebesar 30,7% (12,3% sangat pendek dan 18,4% pendek). Aceh sendiri memiliki prevalensi stunting diatas prevalensi nasional yaitu sebesar 34.3% (12,9% sangat pendek dan 21,4% pendek). Akibat dari Pemenuhan kebutuhan akan zat gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama akan berdampak terhadap pematangan fungsi otak sehingga dapat menyebabkan rendahnya kemampuan kognitif anak dan dapat mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stunting dengan prestasi belajar anak usia 9-12 tahun di Sekolah Dasar Negeri 2 Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel non-probability sampling dengan jenis total sampling. Tinggi badan anak diukur menggunakan Microtoise, sedangkan prestasi belajar diukur dengan nilai rapor semester terakhir pada pelajaran Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukan dari 201 populasi didapatkan sebanyak 41 anak mengalami stunting. Anak yang mengalami stunting cenderung lebih banyak yang mendapatkan prestasi belajar “cukup” sedangkan anak yang tidak mengalami stunting cenderung lebih banyak yang mendapatkan nilai “baik” dan “sangat baik”. Analisis data yang digunakan adalah spearman dan didapatkan p-value (0,0000) pada ketiga prestasi belajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara stunting dengan prestasi belajar anak usia 9-12 tahun di Sekolah Dasar Negeri 2 Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.
Kata Kunci: Stunting, Prestasi Belajar

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK