BUAI DI LUAN SORIP KAMPUNG AIR SIMEULUE TENGAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

BUAI DI LUAN SORIP KAMPUNG AIR SIMEULUE TENGAH


Pengarang

Irma Yulinanda - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1306102030021

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kata kunci: Buai di Luan Sorip Kampung Air Simeulue Tengah
Penelitian ini berjudul “Buai di Luan Sorip Kampung Air Simeulue Tengah” mengangkat masalah (1) Perkembangan Buai di Luan Sorip Kampung Aie simeulue tengah, (2) makna syair Buai di Luan Sorip Kampung Aie Simeulue Tengah. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan Perkembangan dan makna syair buai diLuan Sorip Kampung Aie Simeulue tengah, (2) untuk mendeskripsikan Perkembangan Buai di Luan Sorip Kampung Aie Simeulue Tengah. Sumber data dalam penelitian adalah pencipta syair Buai, Penlantun Buai, masyarakat desa Luan Sorip, penelitian dilakukan didesa Luan Sorip Kampung Air Simeulue Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data ,display, drawing. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa Buai adalah bermula dari sebuah tradisi mengayunkan anak sambil menyanyi hingga anak tertidur pulas. Pada tahun 1783 buai diciptakan menjadi sebuah seni tradisi yang menggabungkan antara seni vokal dan syair sebagai unsur utamanya. Syair didalam buai ini terdapat banyak nasehat-nasehat dan wejangan untuk para pendengarnya. Buai dimainkan pada acara mallaulu yaitu malam sebelum akat nikah berlangsung. Pada awal penciptanya buai dimainkan pada aja pernikahan Kajo (pernikahan besar) saja, perkembangan selanjutnya buai sudah dimainkan diacara apasaja yang meminta buai ini ditampilkan termasuk mallaulu pernikahan, mallaulu sunat rasul, jamuan makan dan sebagainya. Buai ini menjuga mempunyai banyak makna dalam syairnya karena syair Buai ini menggunakan bahasa perumpamaan yang mempunyai arti tentang pentingnya kehidupan, biasanya saat buai ditampilkan orang yang mendengarkanya akan berlinang air mata.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK