Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PRARANCANGAN PABRIK MAGNESIUM OKSIDA (MGO) DARI BATUAN DOLOMIT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 120.000 TON/TAHUN
Pengarang
SYUKRI ADHAN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1304103010107
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Magnesium oksida (MgO) merupakan salah satu bahan yang sangat banyak digunakan dalam dunia industri terutama dalam industri pupuk dan semen. Selain itu, MgO juga banyak digunakan dalam industri pembuatan batu tahan api dimana ia berfungsi sebagai bahan baku utama hal ini dikarenakan MgO mempunyai titik lebur yang sangat tinggi yaitu 2852 oC. Kebutuhan MgO sebagai bahan baku dalam dunia industri diperkirakan akan semakin meningkat seiring banyaknya pertumbuhan industri yang ada di indonesia. Pabrik ini dirancang untuk menghasilkan Magnesium Oksida (MgO) dari batuan dolomit dengan kapasitas produksi 120.000 ton/tahun dengan kemurnian produk 98%. Pabrik ini beroperasi secara kontinyu selama 330 hari per tahun. Pembuatan MgO dilakukan dalam 5 tahapan, tahap pertama adalah kalsinasi batuan dolomit dengan suhu 800oC yang bertujuan untuk memisahkan MgO.CaCO3 dari impurities. Tahap kedua merupakan tahan hidrasi dimana MgO. CaCO3 yang dihasilkan pada tahap pertama dicampur dengan air untuk membentuk magnesium hidroksida. Tahap ketiga adalah tahap karbonisasi dimana produk yang dihasilkan pada tahap kedua direaksikan dengan gas CO2 dalam bubble reaktor pada suhu 50 oC dan tekanan 5.1 atm untuk menghasilkan Mg(HCO3)2. Tahap keempat adalah proses dehidrasi Mg(HCO3)2 pada suhu 100 oC untuk menghasilkan hydromagnesit. Adapun tahap terkhir adalah kalsinasi untuk mengkonversi hydromagnesit menjadi Magnesium Oksida (MgO) pada suhu 600oC dan tekanan 1 atm. Kebutuhan batuan dolomit sebanyak 10.1169,6 kg/jam; gas CO2 30.207,63 kg/jam. Untuk memenuhi keperluan utilitas disediakan air proses sebanyak 316.379,33 kg/jam; listrik sebesar 1.382,85 kW; steam sebanyak 17.012 kg/jam; dan bahan bakar sebanyak 1.306 L/jam. Pabrik direncanakan akan didirikan di Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dengan luas tanah 220.000 m2 dan akan memperkerjakan karyawan sebanyak 170 orang. Pabrik membutuhkan total Capital Investment sebesar Rp. 1.624.154.745.181,-; Working Capital Investment sebesar Rp. 243.623.211.777,-; fix capital investment sebesar Rp. 1.380.531.533.404,-; Total Biaya Produksi sebesar Rp. 999.282.047.736,-; Hasil Penjualan sebesar Rp. 1.596.119.600.000,-; Laba bersih sebesar Rp. 447.628.164.198,-; Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 2,5 Tahun dan Break Event Point (BEP) sebesar 35%. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka pabrik Magnesium Oksida (MgO) dengan kapasitas Produksi 120.000 ton per tahun ini layak untuk dibagun.
Tidak Tersedia Deskripsi
PRARANCANGAN PABRIK PUPUK MAGNESIUM DARI BATUAN DOLOMIT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 230.000 TON/TAHUN (Jon Kardi, 2017)
PRARANCANGAN PABRIK PUPUK MAGNESIUM DARI BATUAN DOLOMIT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 230.000 TON/TAHUN (Rifdullah Bikri Masra, 2017)
PRARANCANGAN PABRIK MAGNESIUM OKSIDA (MGO) DARI BATUAN DOLOMIT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 120.000 TON/TAHUN (SYUKRI ADHAN, 2018)
PRARANCANGAN PABRIK MAGNESIUM OKSIDA (MGO) DARI BATUAN DOLOMIT DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 120.000 TON/TAHUN (Misbul Hadi, 2018)
PRARANCANGAN PABRIK MAGNESIUM OKSIDA (MGO) DARI DOLOMIT MENGGUNAKAN PROSES LEACHING DENGAN KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN (RIFKA AULIA PUTRI, 2025)