SIMBOL LARANGAN MEROKOK DAN PERILAKU MAHASISWA PEROKOK (STUDI TENTANG PEMAHAMAN SIMBOL LARANGAN MEROKOK TERHADAP MAHASISWA PEROKOK DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

SIMBOL LARANGAN MEROKOK DAN PERILAKU MAHASISWA PEROKOK (STUDI TENTANG PEMAHAMAN SIMBOL LARANGAN MEROKOK TERHADAP MAHASISWA PEROKOK DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA)


Pengarang

HESTY INDAH PRATIWI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310101010078

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dengan yang namanya simbol, karena simbol merupakan hasil sebuah pemikiran manusia dan simbol atau tanda-tanda memungkinkan kita berfikir, berhubungan dengan orang lain, dan memberi makna pada apa yang ditampilkan oleh alam semesta. Salah satu simbol yang sering di jumpai yaitu simbol larangan merokok. Simbol larangan merokok bisa di jumpai di area-area publik, seperti: mall, gedung kantor, taman, rumah sakit, dan sekolah atau perguruan tinggi. Universitas Syiah Kuala sendiri telah menerapkan peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan sudah adanya simbol larangan merokok di setiap fakultas. Namun masih banyak mahasiswa yang merokok di area kampus walaupun sudah adanya simbol larangan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman simbol larangan merokok terhadap mahasiswa perokok di Universitas Syiah Kuala. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Syiah Kuala berjumlah 268 orang. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini dengan menggunakan teknik incidental sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa Universitas Syiah Kuala paham terhadap simbol larangan merokok dengan kategori sangat baik (58,22%), sedangkan sisanya sekitar (19,4%) mahasiswa perokok Universitas Syiah Kuala memahami simbol larangan merokok dengan kategori yang baik, dan sebanyak (22,39%) mahasiswa perokok tidak memahami simbol larangan merokok dengan kategori kurang baik. Jika self control, kontrol sosial dan sosialisasi tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) juga simbol larangan merokok pada mahasiswa Universitas syiah kuala dilakukan dengan baik serta adanya peraturan yang tegas, Melalui peringatan yang tegas baik secara lisan maupun tertulis ditingkatkan, maka peraturan yang sudah di buat dapat di patuhi dan membuat mahasiswa tidak merokok di kampus sehingga terciptanya Universitas Syiah Kuala bebas asap rokok.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK