<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="36980">
 <titleInfo>
  <title>EKSISTENSI BUDAYA ALEE MEUNARI DI DESA ALUE BATEE KECAMATAN ARONGAN LAMBALEK MEULABOH KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IDA AYUNI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Kata Kunci : Eksistensi, Budaya, Alee Meunari&#13;
&#13;
Penelitian ini berjudul “eksistensi budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee&#13;
Kecamatan Arongan Lambalek Meulaboh Kabupaten Aceh Barat”. Rumusan masalah&#13;
penelitian ini adalah bagaimana eksistensi budaya Alee Meunari di Desa Alue Batee.&#13;
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi budaya Alee&#13;
Meunari di Desa Alue Batee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah&#13;
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tehnik pengumpulan data yaitu melalui&#13;
observasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisis data yaitu mereduksi data,&#13;
penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian tentang budaya Alee Meunari di&#13;
Desa Alue Batee ini menunjukkan bahwa budaya Alee Meunari telah ada sejak tahun&#13;
1840-an namun beberapa tahun setelahnya, budaya ini mulai pudar dan jauh dari&#13;
eksistensinya kemudian tahun 2013, budaya Alee Meunari dibangkitkan kembali oleh&#13;
H.T. Alaidinsyah mantan Bupati Aceh Barat. Sejak tahun 2013, budaya Alee Meunari&#13;
terlihat eksistensinya dan berkembang hingga ke tingkat nasional sampai saat ini.&#13;
Budaya Alee Meunari ditampilkan dalam acara adat, penyambutan tamu, acara&#13;
pemerintahan, acara daerah, pesta perkawinan, dan acara lainnya. Budaya Alee Meunari&#13;
di mainkan oleh 7 orang dengan memegang kayu Waru kering yang panjangnya&#13;
beragam dari tiga meter hingga lebih lima meter. Penelitian mengenai budaya Alee&#13;
Meunari membuktikan bahwa budaya Alee Meunari masih eksis dan berkembang di&#13;
Aceh Barat dan faktor yang mempengaruhi eksistensinya yaitu kemauan masyarakat&#13;
dalam melestarikan dan kebijakan kalangan masyarakat yang terus menempatkan Alee&#13;
Meunari sebagai adat dalam berbagai kegiatan di Aceh Barat. Hal ini terlihat dari&#13;
intensitas penampilan Alee Meunari dari tahun 2013 sampai 2017 semakin meningkat. &#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>36980</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-04 12:20:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-08 14:25:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>