PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KUALITAS BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.)


Pengarang

RUSLAINI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1305101050127

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pengaruh Tingkat Kematangan dan Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas
Pepaya (Carica papaya L.)
(Effect of Maturity Level and Long Storage on Quality of Papaya (Carica papaya L.))

Ruslaini
1
, Rita Hayati
1,
1
1)
Bagian Pascapanen
,
Siti Hafsah
Program Hortikultura,Universitas Syiah Kuala, Darussalam 23111,
Indonesia

ABSTRACT. Tanaman pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman buah tropis yang berasal dari
Meksiko Selatan, kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Kandungan gizi pepaya terdiri dari 8590%
air,
10-13%
gula
dan
0.6%
protein,
vitamin
A,
B1,
B2
dan
C.
Pepaya
merupakan
buah
yang
relatif
lebih
mudah

rusak
dibandingkan
dengan
buah-buahan
lainnya
karena
mempunyai
kulit
yang
tipis
sehingga
sangat
rentan
terhaap

benturan

dan luka yang memungkinkan terjadinya aktivitas mikroorganisme. Kualitas buah klimakterik sangat
tergantung dari ketepatan waktu panen dan lama penyimpanannya. Jika tingkat kematangan buah dapat diprediksi
dengan tepat sebelum proses pemanenan maka akan mempermudah para pelaku agribisnis pepaya dalam mengatur
tujuan pemasarannya. Tingkat kematangan dan lama penyimpanan yang tepat dan sesuai dapat mempertahankan
kondisi segar produk hortikultura dan memperpanjang masa simpannya sehingga dapat terjaga ketersediaannya
sepanjang tahun. Pepaya yangdigunakan pada penelitian adalah varietas calina yang dipanen pada tingliat
kematangan 25%, 50& dan 75%. Lama penyimpanan yang digunakan adalah lama penyimpanan selama 3, 6, 9 hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan dan lama penyimpanan terhadap kualitas pepaya,
serta interaksi terhadap tingkat kematangan dan lama penyimpanan terhadap kualitas pepaya. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa buah pepaya Tingkat kematangan Buah warna hijau dengan semburat kuning 50% memberikan
kualitas terbaik terhadap buah pepaya karena memberikan nilai tertinggi mempertahankan kadar air, vitamin C,
kekerasan, warna daging nilai L (kecerahan), uji organoleptic rasa, kekerasan, aroma, dan keseluruhan.
Penyimpanan selama 3 hari memberikan kualitas terbaik terhadap buah pepaya. Karena semakin lama disimpan
maka susut bobot, warna kulit nilai L (kecerahan), nilai a (merah) dan nilai b (hijau), warna daging nilai L
(kecerahan), nilai a (merah) dan nilai b (hijau) akan semakin meningkat. Sedangkan kadar air, vitamin C, kekerasan,
padatan terlarut total (PTT) dan uji organoleptic aroma akan semakin menurun.

Kata kunci: Pepaya, tingkat kematangan, lama penyimpanan, kualitas buah
Abstract. Papaya plant (Carica papaya L.) is one of tropical fruit plants originating from Southern Mexico, then
spread to all over the world including Indonesia. Papaya nutritional content consists of 85-90% water, 10-13% sugar
and 0.6% protein, vitamins A, B1, B2 and C. Papaya is a relatively more easily damaged than other fruits because it
has a thin skin very susceptible to impacts and injuries that allow the occurrence of microorganism activity. The
quality of climacteric fruits depends on the timeliness of the harvest and the length of storage. If the fruit maturity
level can be predicted precisely before the harvesting process will facilitate the perpetrators of agribusiness papaya
in regulating marketing objectives. Proper and appropriate maturity level and storage time can maintain fresh
condition of horticultural products and prolong the shelf life so that it can be maintained its availability throughout
the year. Papaya used in the study were calina varieties that were harvested at 25%, 50 & and 75% maturity tingliat.
The storage period used is a storage period of 3, 6, 9 days. This study aims to determine the level of maturity and
storage duration of papaya quality, as well as the interaction of the level of maturity and storage duration of papaya
quality. The results showed that papaya fruit Maturity Green fruit with 50% yellow tinge gave the best quality to
papaya fruit because it gave the highest value of maintaining water content, vitamin C, hardness, meat color of L
value (brightness), organoleptic taste test, hardness, aroma , and overall. Storage for 3 days provides the best quality
against papaya fruit. Because the longer is stored then the weight shrinkage, the skin color of the value of L
(brightness), the value of a (red) and the value of b (green), the color of the meat value of L (brightness), the value a
(red) and the value b (green) will increase . While water content, vitamin C, hardness, total dissolved solids (PTT)
and organoleptic test of aroma will decrease more.


Keywords: Papaya, maturity, level, storage time, fruit quality

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK