PROSES KOMUNIKASI PENGAJAR TURKI DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DENGAN MASYARAKAT ACEH (STUDI PADA PENGAJAR TURKI DI YAYASAN TAHFIDZ SULAIMANIYAH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PROSES KOMUNIKASI PENGAJAR TURKI DALAM MENGHADAPI GEGAR BUDAYA DENGAN MASYARAKAT ACEH (STUDI PADA PENGAJAR TURKI DI YAYASAN TAHFIDZ SULAIMANIYAH BANDA ACEH DAN ACEH BESAR)


Pengarang

Qasimil Junaidi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1110102010126

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini berjudul “Proses Komunikasi Pengajar Turki Dalam Menghadapi
Gegar budaya Dengan Masyarakat Aceh (Studi Pada Pengajar Turki di Yayasan
Tahfidz Sulaimaniyah Banda Aceh dan Aceh Besar)”. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui bagaimana proses komunikasi pengajar Turki dalam
menghadapi gegar budaya dengan masyarakat Aceh, penelitian ini dilakukan di
Banda Aceh dan Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kualitatif. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini empat
informan.Keempat informan merupakan pengajar dari Turki dan dengan teknik
purposif. Teknik pengumpulan data penelitian melalui wawancara dan observasi.
Dari hasil penelitian menggambarkan proses komunikasi yang terjalin sudah
sangat efektif baik komunikasi secara primer maupun sekunder. Komunikasi
primer adalah komunikasi yang terjadi karena lisan tulisan dan symbol dan h al ini
sudah dilakukan oleh pengajar Turki dan dalam kesehariannya mereka sudah
menggunakan bahasa Indonesia, dan bahasa tubuh, dalam proses komunikasi
sekunder para informan ada yang menggunakan media massa radio dan nirmassa
yaiu handphone, para informan sering menggunakan media whatsapp sebagai
media komunikasi baik mengirim pesan teks, melakukan panggilan telepon suara,
maupun panggilan telepon video. Gegar budaya yang dihadapi oleh pengajar
Turki tidak menjadi sebuah hambatan yang begitu sulit untuk dijalani, karena
keramahtamahan orang Aceh dan adaptasi yang baik dilakukan oleh para pengajar
sehingga para pengajar di yayasan tahfidz sulaimaniyah mendapat sambutan
hangat dari masyarakat Aceh dalam mencerdaskan para santri dalam bidang
menghafal Al Quran.Para informan merupakan para pengikut mazhab Hanafi
yang berbeda dengan mayoritas umat muslim di Aceh yang bermazhab Syafii,
walaupun berbeda mazhab tidak menjadi sebuah hambatan karena terlebih dahulu
memperkenalkan diri dengan mazhab yang berbeda sehingga tidak menimbulkan
perselisihan karena masih dalam satu aqidah ahlussunnah waljamaah.
Kata Kunci: Proses Komunikasi, Gegar budaya, Adaptasi, Dinamika Komunikasi,
Pengajar Turki.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK